Raja Charles III Ungkap Bayar Pajak Rp305 Miliar, Masuk 100 Terbesar di Inggris

Raja Charles III saat kunjungan ke Amerika Serikat. Foto: The New York Times

Raja Charles III Ungkap Bayar Pajak Rp305 Miliar, Masuk 100 Terbesar di Inggris

Muhammad Reyhansyah • 26 June 2026 18:36

London: Raja Charles III mengungkap telah membayar pajak sebesar 12,9 juta pound sterling atau sekitar Rp305,8 miliar pada tahun fiskal 2024-2025.

Pembayaran pajak ini menjadikannya Raja Inggris pertama yang secara sukarela membuka besaran tagihan pajak pribadinya kepada publik. 

Nominal tersebut juga menempatkan Charles dalam jajaran 100 pembayar pajak terbesar di Inggris. Data tersebut dipublikasikan dalam laporan tahunan keuangan kerajaan yang dirilis pada Kamis, 25 Juni 2026. Laporan itu juga menunjukkan Raja Charles membayar pajak sebesar 11,7 juta pound pada tahun fiskal sebelumnya.

Sementara itu, Pangeran William mengungkap telah membayar pajak sebesar 7,76 juta pound pada periode yang sama. Sebelumnya, pewaris takhta Inggris itu juga mulai membuka data pembayaran pajaknya mengikuti langkah sang ayah.

Menurut Buckingham Palace, keputusan Charles dan William untuk mengungkap besaran pajak yang mereka bayarkan merupakan keputusan pribadi sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi keuangan keluarga kerajaan.

Mengutip BBC, istana menyebut langkah tersebut bertujuan "mendorong pemahaman yang lebih luas mengenai akuntabilitas" institusi monarki kepada publik.

Sejak Charles naik takhta pada 2022 dan William menjadi Pangeran Wales, total pajak yang secara sukarela dibayarkan keduanya telah melampaui 50 juta pound sterling.

Laporan tersebut tidak merinci perhitungan pajak yang dibayarkan, namun menyebut Raja Charles membayar pajak dengan tarif tertinggi yang berlaku di Inggris.

Sumber Pendapatan Raja dan Pangeran William

Sebagian besar pendapatan pribadi Raja Charles berasal dari Duchy of Lancaster, portofolio aset yang terdiri atas tanah, properti, dan investasi yang menjadi sumber pendapatan independen bagi penguasa monarki.

Pada tahun fiskal 2025-2026, Duchy of Lancaster menghasilkan pendapatan sekitar 25,2 juta pound sterling. Selain itu, Charles juga memperoleh penghasilan dari investasi pribadi, tabungan, serta pengelolaan kawasan Balmoral dan Sandringham.

Adapun Pangeran William memperoleh pendapatan dari Duchy of Cornwall, kawasan warisan seluas sekitar 130.000 acre yang digunakan untuk membiayai tugas-tugas resmi, operasional kantornya, serta kebutuhan keluarganya.

Sekretaris pribadi Pangeran William, Ian Patrick, mengatakan William membayar pajak penghasilan dengan tarif tertinggi atas seluruh pendapatan bersih setelah dikurangi biaya operasional yang telah diaudit secara independen.

"William memahami besarnya perhatian publik terhadap pengaturan ini dan pentingnya transparansi yang tepat," ujar Patrick.

Laporan juga menyebut besaran pajak Raja Charles dan Pangeran William untuk tahun fiskal 2025-2026 masih dalam proses audit dan akan dipublikasikan pada tahun depan.

(Fajar Nugraha)