Nessy Kalviya Dorong Penguatan Mitigasi Cegah Karhutla di Lampung

Anggota Komisi VIII DPR RI Nessy Kalviya. Foto: Istimewa.

Nessy Kalviya Dorong Penguatan Mitigasi Cegah Karhutla di Lampung

Gabriella Thesa Widiari • 23 August 2026 02:07

Jakarta: Anggota Komisi VIII DPR RI, Nessy Kalviya, mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya di Provinsi Lampung.

Dorongan ini menyusul melonjaknya jumlah titik panas atau hotspot, serta terbakarnya kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur. Berdasarkan pemantauan BMKG Lampung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, terdeteksi 111 titik panas yang tersebar di wilayah Lampung, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kabupaten Way Kanan sebanyak 27 titik.

"Data ini harus menjadi alarm bagi kita semua. Jangan menunggu api membesar baru kita bergerak. Kalau sudah ada indikasi dan titik panas, langkah pencegahan harus segera diperkuat," ujar Nessy, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Lampung, Nessy menilai penanggulangan karhutla tidak bisa hanya berfokus pada upaya pemadaman saat api sudah membesar. Kunci utama penanganan bencana ada pada efektivitas koordinasi serta kesiapan personel dan sarana di lapangan.

Ia meminta pemerintah daerah, BPBD, BNPB, TNI-Polri, pengelola kawasan hutan, hingga dunia usaha memastikan mekanisme respons cepat berjalan optimal. Terutama di wilayah rawan dan sulit diakses.

"Yang paling penting adalah kesiapan. Kita harus tahu daerah mana yang rawan, bagaimana aksesnya, siapa yang bergerak ketika ada kejadian, dan bagaimana koordinasinya. Jangan sampai ketika bencana terjadi kita baru mencari siapa yang harus bertindak," kata Nessy.

Selain lonjakan titik panas, kondisi cuaca ekstrem turut mempertinggi risiko karhutla. Data BMKG mencatat beberapa wilayah di Lampung mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori sangat panjang, bahkan di sejumlah lokasi telah mencapai 45 hingga 55 hari tanpa turun hujan.

Melihat ancaman tersebut, Nessy mengimbau masyarakat untuk turut mengambil peran aktif dengan tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta merespons cepat potensi ancaman di sekitarnya.

"Masyarakat juga menjadi bagian penting dari sistem pencegahan. Kalau ada api atau asap yang mencurigakan, segera laporkan. Jangan dianggap kecil karena dalam kondisi kering api bisa cepat meluas," kata Nessy.


Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. Foto: Istimewa. 

Politisi Partai NasDem itu menegaskan akan terus mengawal isu mitigasi dan penanggulangan bencana ini di Komisi VIII DPR RI bersama BNPB dan pemerintah, agar penanganan karhutla di Lampung dapat dilakukan secara terpadu sebelum menimbulkan dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas.

Sementara itu, BPBD Lampung menyatakan terus memantau pergerakan titik panas dan menyiagakan langkah antisipasi. Opsi pemadaman udara (water bombing) juga disiapkan apabila karhutla meluas dan sulit dijangkau melalui operasi darat.

(Gabriella Thesa Widiari)