UNIFIL Laporkan Tembakan dari Pos Militer Israel di Lebanon Selatan

Personel UNIFIL bersiaga di Lebanon. (Anadolu Agency)

UNIFIL Laporkan Tembakan dari Pos Militer Israel di Lebanon Selatan

Willy Haryono • 3 January 2026 12:15

Beirut: Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menyatakan bahwa personel penjaga perdamaiannya mendapat tembakan senjata ringan dan senapan mesin saat berpatroli di dekat Kafer Shouba, Lebanon selatan, pada Jumat kemarin.

“Pagi ini, pasukan penjaga perdamaian yang berpatroli di dekat Kafer Shouba melaporkan 15 tembakan senjata ringan yang mengenai area dengan jarak tidak lebih dari 50 meter dari mereka,” kata UNIFIL dalam pernyataan resminya, dikutip dari Antara, Sabtu, 3 Januari 2026.

Dalam keterangan tersebut, UNIFIL menegaskan bahwa tembakan berasal dari posisi militer Pasukan Pertahanan Israel di selatan Garis Biru, garis demarkasi yang diawasi PBB antara Lebanon dan Israel.

Kurang dari 20 menit kemudian, patroli kedua UNIFIL di wilayah yang sama melaporkan sekitar 100 peluru senapan mesin menghantam area dengan jarak sekitar 50 meter dari lokasi mereka.

UNIFIL memastikan tidak ada korban luka maupun kerusakan dalam kedua insiden tersebut. Namun, misi PBB itu kembali menegaskan bahwa tembakan dalam kedua kejadian berasal dari posisi militer Israel di selatan Garis Biru. UNIFIL juga menyampaikan bahwa permintaan penghentian tembakan telah disampaikan melalui jalur penghubung resmi.

Misi PBB tersebut menekankan bahwa patroli yang dilakukan telah dikoordinasikan sebelumnya. UNIFIL menyebut pihaknya telah memberi tahu Pasukan Pertahanan Israel mengenai aktivitas patroli di wilayah tersebut, sesuai dengan prosedur yang berlaku di area sensitif sepanjang Garis Biru.

Menurut UNIFIL, insiden serupa terjadi terlalu sering dan mulai membentuk tren yang mengkhawatirkan. Misi tersebut mengingatkan bahwa serangan terhadap atau di sekitar pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang menjadi dasar mandat UNIFIL di Lebanon selatan.

UNIFIL juga menyerukan kepada militer Israel untuk menghentikan perilaku agresif serta segala bentuk serangan terhadap atau di sekitar pasukan penjaga perdamaian yang bertugas menjaga stabilitas dan keamanan di sepanjang Garis Biru.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi dari militer Israel terkait pernyataan UNIFIL tersebut.

Patroli pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan dilaporkan kerap menjadi sasaran tindakan intimidatif, termasuk pembidikan laser dan tembakan peringatan. Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Stéphane Dujarric, sebelumnya menyebut insiden-insiden semacam itu sebagai kejadian yang sangat berbahaya.

Gencatan senjata di Lebanon diberlakukan sejak November 2024 setelah lebih dari satu tahun konflik yang menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai sekitar 17.000 lainnya, di tengah perang Israel di Gaza.

Data Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 335 orang tewas dan 973 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata berlaku.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, militer Israel seharusnya menarik diri sepenuhnya dari Lebanon selatan pada Januari 2025. Namun hingga kini, penarikan tersebut baru dilakukan sebagian, dan Israel masih mempertahankan kehadiran militernya di lima pos perbatasan.

Baca juga:  PBB Peringatkan Israel atas Serangan di Dekat Pasukan Perdamaian UNIFIL

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)