Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Wakil Presiden.
Perkuat Ekonomi Rakyat, Gibran Cek Kesiapan Pasar Tradisional di IKN
Fachri Audhia Hafiez • 31 December 2025 18:48
Kalimantan Timur: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau progres penataan ulang Pasar Sepaku dan pembangunan pasar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur. Penataan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan di tengah masifnya pembangunan ibu kota baru.
"Pembangunan Pasar Sepaku ini sangat istimewa karena dilakukan di tengah aktivitas masyarakat. Kehadiran pasar ini kami harapkan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal seiring pembangunan IKN," ujar Gibran dalam keterangan resminya, dilansir Antara, Rabu, 31 Desember 2025.
Gibran menjelaskan bahwa proses penataan ulang Pasar Sepaku atau Pasar Rebo Sukaraja dilakukan dengan pendekatan humanis. Pemerintah mengedepankan dialog melalui rembuk warga untuk memastikan aktivitas pedagang tetap berjalan selama proyek berlangsung. Penataan ini meliputi pembangunan dua gedung pasar baru dan revitalisasi koridor sepanjang 1,5 kilometer.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Relokasi Pasar Sepaku, Roni Rosaji, memaparkan pasar tersebut akan memiliki 135 unit los dan kios yang dilengkapi fasilitas modern. Keunikan pasar ini terletak pada penggunaan material rotan sintetis untuk fasad bangunan guna menonjolkan estetika lokal, serta penyediaan area pedestrian yang nyaman bagi pengunjung.

Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Wakil Presiden.
Selain di wilayah Sepaku, Wapres juga mengecek kesiapan pasar di KIPP IKN yang berdiri di atas lahan seluas 3.774 meter persegi. Pasar setinggi tiga lantai ini dirancang khusus untuk menampung pelaku UMKM serta memenuhi kebutuhan harian para ASN dan masyarakat yang tinggal di kawasan inti.
Pasar KIPP didesain dengan standar higienitas tinggi, di mana area los basah dipisahkan secara fungsional antara area pembersihan dan penjualan. Dengan kapasitas 200 pengunjung per hari, pasar ini diharapkan menjadi model pasar rakyat yang sehat, nyaman, dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat di IKN.