Pengolahan sampah di salah satu TPS di Kota Bandung. Dokumentasi/Istimewa
Farhan Ajak Warga Bandung Ubah Paradigma Sampah
Roni Kurniawan • 12 January 2026 20:06
Bandung: Kota Bandung mengalami pengurangan kuota pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tidak menunggu kebijakan lanjutan dan segera mengambil langkah antisipatif.
Salah satu langkah utama yang ditekankan adalah edukasi pemilahan sampah sejak dari tingkat rumah tangga. Pemkot Bandung akan merekrut 1.597 petugas yang ditempatkan di setiap RW untuk mendukung pengelolaan dan pemilahan sampah secara berkelanjutan.
"Paradigma lama harus kita ubah. Sampah tidak cukup hanya diangkut, tetapi harus habis dan diolah pada hari yang sama," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Plaza Balai Kota Bandung, Senin, 12 Januari 2026.
Farhan menjelaskan selama ini pengelolaan sampah terlalu berfokus pada proses pengangkutan. Akibatnya, masyarakat merasa persoalan sampah selesai hanya dengan membayar retribusi, sehingga pola pikir tersebut dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.
Menurut Farhan, pemilahan sampah merupakan langkah paling sederhana, namun sangat menentukan keberhasilan pengelolaan sampah. Ia mencontohkan, satu jenis makanan dapat menghasilkan beberapa jenis sampah yang seharusnya dipisahkan sejak awal.
.jpg)
Pengolahan sampah di salah satu TPS di Kota Bandung. Dokumentasi/Istimewa
Farhan mengakui perubahan paradigma ini tidak mudah dan tidak akan memberikan hasil secara instan. Namun, dirinya menegaskan perubahan cara pandang masyarakat menjadi satu-satunya jalan untuk menyelesaikan persoalan sampah secara berkelanjutan.
"Ini bukan pekerjaan satu atau dua tahun. Ini pekerjaan peradaban," tegas Farhan.
Farhan optimistis Kota Bandung mampu keluar dari krisis sampah melalui kolaborasi lintas wilayah, lintas organisasi perangkat daerah (OPD), serta partisipasi aktif masyarakat. Ia meyakini upaya ini akan membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.