Jelang Idulfitri 2026, Polda Kepri Awasi Pasokan Sembako dan Cegah Penimbunan

Ilustrasi beras. Dok MI

Jelang Idulfitri 2026, Polda Kepri Awasi Pasokan Sembako dan Cegah Penimbunan

Lukman Diah Sari • 11 March 2026 12:30

Tanjungpinang: Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengantisipasi penimbunan sembako jelang Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, dengan melakukan pemantauan dan pengawasan secara berkala. Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin mengatakan pihak kepolisian dan instansi terkait telah membentuk Satgas Pangan yang bertujuan mengontrol ketersediaan bahan pangan di pasaran.

"Sampai saat ini tak ada indikasi penimbunan pangan, salah satunya ditandai dengan Kepri masuk sepuluh besar inflasi terendah nasional," kata Kapolda Kepri di Tanjungpinang, Rabu, 11 Maret 2026, melansir Antara.


Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin. ANTARA/Ogen

Kondisi ini, kata Kapolda, menunjukkan polisi bersama pemerintah daerah serta masyarakat bekerja sama dan bahu-membahu mendukung ketahanan pangan di Kepri. Irjen Asep menegaskan Polda Kepri terus melakukan monitoring perkembangan pasokan dan harga pangan di pasaran.

Polisi, kata dia, tak akan segan-segan menindak tegas pelaku penimbunan sembako sesuai ketentuan yang berlaku. Polda bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepri turut melakukan operasi pasar murah guna menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat jelang Idul Fitri.

"Berdasarkan pengecekan di pasaran, harga komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, gula hingga telur relatif stabil," ungkap Asep.

Baca Juga :

Cegah Anomali Harga, Pemprov DKI Memelototi Pasar Tradisional Tiap Hari

Secara terpisah, Kepala Bulog Tanjungpinang Arief Alhadihaq menjamin kebutuhan pangan menyambut Idul Fitri 2026, aman dan cukup. Untuk di wilayah Tanjungpinang, kata dia, stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 2.100 ton dan Minyakita 140 ribu liter. Bulog Tanjungpinang membawahi lima wilayah kerja, yakni Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Anambas.

"Stok pangan yang tersedia mampu bertahan dua sampai tiga bulan ke depan. Masyarakat diharapkan tidak panic buying," ucap Arief.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)