Presiden Lebanon Joseph Aoun Desak Israel Implementasikan Kesepakatan AS

Presiden Lebanon Joseph Aoun. (Anadolu Agency)

Presiden Lebanon Joseph Aoun Desak Israel Implementasikan Kesepakatan AS

Willy Haryono • 31 August 2026 18:21

Athena: Presiden Lebanon Joseph Aoun menyerukan implementasi penuh kesepakatan kerangka kerja yang didukung Amerika Serikat (AS) antara Lebanon dan Israel.

Ia menegaskan kesepakatan tersebut harus dijalankan oleh kedua pihak tanpa penerapan secara sepihak.

Aoun menyampaikan pernyataan tersebut setelah bertemu Presiden Yunani Konstantinos Tasoulas di Athena pada Senin, 31 Agustus 2026, dalam rangka kunjungan resminya ke Yunani.

“Lebanon dan rakyatnya sudah lelah dengan perang. Tujuan negosiasi dengan Israel adalah mengakhiri keadaan permusuhan,” kata Aoun, dikutip dari pernyataan kepresidenan Lebanon di media sosial X.

Aoun juga meminta Yunani membantu, sejauh memungkinkan, memastikan kesepakatan kerangka tersebut diterapkan.

“Kami bertekad mengakhiri keadaan permusuhan, dan solusinya terletak pada diplomasi, bukan perang,” ujarnya, dilansir dari Anadolu Agency.

Dalam pertemuan tersebut, Aoun turut menyampaikan apresiasi Lebanon kepada Yunani atas dukungan politik, kemanusiaan, dan militernya. Ia mengatakan Beirut ingin mengembangkan hubungan dengan Athena di berbagai bidang untuk mendukung kepentingan bersama.

“Stabilitas Lebanon sangat penting bagi stabilitas kawasan dan Eropa. Setiap ketidakstabilan di sana akan menimbulkan dampak negatif yang luas,” kata Aoun.

Kesepakatan Lebanon-Israel

Seruan Aoun disampaikan di tengah meningkatnya kembali ketegangan di Lebanon selatan.

Sejak awal Maret, Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap wilayah Lebanon selatan dengan alasan menargetkan kelompok Hizbullah. Hizbullah kemudian merespons dengan menyerang pasukan Israel yang dikerahkan di wilayah tersebut.

Rangkaian kekerasan itu secara efektif mengakhiri gencatan senjata yang telah berlaku sejak akhir 2024.

Pada Juni, Lebanon dan Israel menandatangani kesepakatan kerangka yang didukung AS. Kesepakatan tersebut mencakup penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Lebanon yang masih diduduki serta pengerahan militer Lebanon ke wilayah yang ditinggalkan.

Kesepakatan itu juga mencakup ketentuan mengenai pelucutan senjata kelompok bersenjata di Lebanon, termasuk Hizbullah.

Aoun menegaskan bahwa penerapan kesepakatan secara penuh diperlukan untuk mengakhiri permusuhan dan menciptakan stabilitas yang lebih berkelanjutan di Lebanon.

Baca juga:  AS Tegaskan Hizbullah Harus Melucuti Senjata demi Kedaulatan Lebanon

(Willy Haryono)