Asap dari serangan Israel di Lebanon. (Anadolu Agency)
AS Tegaskan Hizbullah Harus Melucuti Senjata demi Kedaulatan Lebanon
Willy Haryono • 30 August 2026 09:10
Beirut: Amerika Serikat (AS) menegaskan kelompok Hizbullah harus meletakkan senjata agar Lebanon dapat menjadi negara yang "aman dan berdaulat."
Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan pemerintah Lebanon merupakan satu-satunya pihak yang sah untuk membahas masa depan negara tersebut dan mewakili kepentingan rakyat Lebanon.
"Kerangka Trilateral secara jelas menyatakan bahwa Pemerintah Lebanon adalah satu-satunya pihak yang sah untuk berdialog mengenai masa depan Lebanon dan atas nama rakyat Lebanon," kata juru bicara tersebut dalam pernyataan yang dibagikan Kedutaan Besar AS di Beirut melalui platform X, Sabtu, 29 Agustus 2026.
"Amerika Serikat berdiri bersama rakyat Lebanon dan menginginkan Lebanon menjadi negara yang aman dan berdaulat. Untuk itu, Hizbullah harus meletakkan senjata," lanjutnya, seperti dilansir dari Anadolu Agency.
AS Minta Hizbullah Lucuti Senjata
Mengutip pernyataan Duta Besar AS untuk Lebanon Michel Issa pada pekan ini, Departemen Luar Negeri AS mengatakan Washington menginginkan Hizbullah menyerahkan persenjataannya kepada negara Lebanon.Juru bicara tersebut mengatakan Hezbollah dapat berdialog dengan pemerintah Lebanon ketika kelompok tersebut siap menyerahkan senjatanya.
"Ketika Hizbullah memutuskan bahwa mereka siap melakukannya, mereka dapat berbicara dengan negara Lebanon, yang saat ini sudah kami ajak berdialog, dan menyampaikan bahwa mereka siap menyerahkan senjata," ujarnya.
Washington, lanjutnya, kemudian dapat berupaya mempersempit perbedaan pandangan antara Hizbullah dan pemerintah Lebanon.
AS juga menuduh Hizbullah menolak berdialog dengan pemerintah Lebanon, Washington, maupun Israel karena kelompok tersebut "hanya menerima perintah dari Iran."
"Sudah waktunya Hizbullah melakukan apa yang terbaik bagi Lebanon dan rakyat Lebanon," kata juru bicara tersebut.
Lebanon dan Israel mencapai kerangka kesepakatan yang dimediasi AS pada 26 Juni. Kesepakatan tersebut mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Lebanon yang masih diduduki, dengan imbalan pengerahan tentara Lebanon dan pelucutan senjata kelompok bersenjata, termasuk Hizbullah.
Pembicaraan yang disponsori AS kemudian berlanjut untuk membahas implementasi kesepakatan tersebut, termasuk penarikan pasukan Israel dan pengerahan tentara Lebanon.
Namun, serangan Israel di wilayah Lebanon selatan masih terus berlangsung di tengah proses tersebut.
Baca juga: Israel Kembali Serang Lebanon Selatan, Kesepakatan yang Dimediasi AS Terancam