Ada 88 Kuliner Legendaris di Festival Kuliner Bandung 2026

Masyarakat Kota Bandung penuhi festival kuliner di Gedebage, Bandung. (Metrotvnews.com/ P Aditya Prakasa)

Ada 88 Kuliner Legendaris di Festival Kuliner Bandung 2026

P Aditya Prakasa • 29 August 2026 12:11

Bandung: Kawasan Gedebage kembali menjadi magnet wisata kuliner melalui perhelatan Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 di Summarecon Mall Bandung. Memasuki tahun ketiga, festival ini mengusung tema 'Bandung Tempo Doeloe' dengan fokus melestarikan cita rasa autentik khas Kota Kembang.

Center Director Summarecon Mall Bandung, Juni Hadi Hasan, mengatakan penyelenggaraan tahun ini mengalami peningkatan signifikan, baik dari segi durasi maupun jumlah partisipan, guna mengakomodasi lonjakan wisatawan.

"Tahun lalu pengunjung berada di kisaran 200 ribu lebih. Tahun ini kami menargetkan 250 ribu pengunjung seiring penambahan durasi menjadi 34 hari. Kami optimistis target ini tercapai," ujar Juni di Bandung, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Langkah ini sekaligus menjadi pembuktian bagi wilayah Gedebage yang selama ini kerap diidentikkan dengan sebutan 'Bandung Coret' atau kawasan pinggiran kota. Menurut Juni, pihaknya tertantang untuk memosisikan Bandung bagian timur sebagai kawasan berdaya saing tinggi yang mampu menarik pelancong domestik maupun mancanegara.

"Kami tertantang memosisikan Gedebage yang berada di wilayah timur Kota Bandung agar memiliki kompetensi dan daya tarik, tidak hanya bagi warga lokal, melainkan juga wisatawan luar kota," ucap Juni.

Berdasarkan data internal melalui identifikasi pelat nomor kendaraan di area parkir mall, kunjungan dari luar Kota Bandung pada semester pertama 2026 menembus 25 persen. Dari angka tersebut, sekitar 18 persen didominasi kendaraan asal kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), disusul pelancong asal Cirebon, Garut, hingga luar Pulau Jawa.

 Masyarakat Kota Bandung penuhi festival kuliner di Gedebage, Bandung. (Metrotvnews.com/ P Aditya Prakasa)

Untuk mempermudah para pelancong menikmati kuliner legendaris tanpa harus berpindah-pindah lokasi dan terjebak kemacetan kota, pengelola melakukan kurasi mandiri secara ketat. Dari total 88 tenant yang berpartisipasi, sekitar 50 hingga 60 persen merupakan pelaku usaha kuliner asli Bandung, sedangkan sisanya berasal dari berbagai kota di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Sejumlah nama kuliner legendaris yang berhasil digandeng di antaranya Perkedel Bondon yang terkenal hanya buka menjelang tengah malam di lokasi aslinya, Kartika Sari, Kupat Tahu Gempol, Batagor Haji Isan, Rumah Makan Ampera, Es Oyen, Mie Kocok khas Bandung, Baso Mang Ono asal Garut, hingga Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih asal Jakarta yang untuk pertama kalinya hadir dalam festival di Kota Bandung.

Menariknya, seluruh tenant kuliner dan UMKM tidak dikenakan biaya sewa stan. Pihak mall menerapkan skema bagi hasil serta menanggung penyediaan tempat dan pasokan listrik operasional. Hal ini bertujuan meringankan beban pelaku usaha mikro dan mendorong volume penjualan.

"Penyelenggaraan Festival Kuliner Bandung ini juga disinergikan dengan program Pemerintah Kota Bandung untuk mengukuhkan posisi Bandung sebagai salah satu dari tiga destinasi wisata favorit di Indonesia setelah Bali dan Yogyakarta," kata Juni.

(Lukman Diah Sari)