Doha-Dubai Terdampak Konflik, Keberangkatan Jemaah Umrah Asal Jatim Tertunda

Jemaah umrah asal Malang, Muhammad Zuhdy Achmadi atau yang akrab disapa Didik/Dok. Pribadi.

Doha-Dubai Terdampak Konflik, Keberangkatan Jemaah Umrah Asal Jatim Tertunda

Daviq Umar Al Faruq • 3 March 2026 22:02

Malang: Dampak konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran mulai dirasakan jemaah umrah Indonesia, terutama yang menggunakan maskapai dengan rute transit di Qatar dan Dubai. Sejumlah penerbangan dilaporkan dibatalkan sehingga keberangkatan maupun kepulangan jemaah tertunda.

Jemaah umrah asal Malang, Muhammad Zuhdy Achmadi atau yang akrab disapa Didik, mengungkapkan beberapa rekan sesama jemaah mengalami pembatalan tiket karena menggunakan penerbangan asing. Bahkan, anggota keluarganya yang hendak berangkat dari Surabaya terpaksa menunda perjalanan ke Tanah Suci.

“Jemaah di sini memang ada beberapa yang ter-cancel karena dia pakai penerbangan asing seperti Qatar Airways, kemudian Emirates. Bahkan keponakan saya sendiri dari Surabaya ke sini mau umrah ini ter-cancel. Enggak bisa berangkat karena dari Emirates itu,” kata Didik, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa, 3 Maret 2026.
 


Menurutnya, pembatalan paling banyak terjadi pada penerbangan dengan skema transit. Bandara yang terdampak membuat jadwal penerbangan tidak dapat dipastikan selama konflik Timur Tengah memanas.

“Jadi keponakan saya rencana hari ini mau berangkat nih, tapi enggak bisa berangkat, tertunda. Begitu juga di sini, di Arab ini, di Jeddah itu yang menggunakan pesawat Emirates ataupun Qatar Airways. Nah itu yang transit. Pokoknya yang transit dipastikan enggak bisa kembali. Kebanyakan rata-rata yang transit itu maskapai asing,” ujar Didik.


Jemaah umrah asal Malang, Muhammad Zuhdy Achmadi atau yang akrab disapa Didik/Dok. Pribadi.


Didik menyebut penutupan akses penerbangan di Dubai dan Qatar berdampak langsung pada rute internasional. Kondisi ini membuat sebagian jemaah belum mendapat kepastian jadwal pulang.

Ia menambahkan, pemilik biro perjalanan yang mendampingi jemaah juga terdampak pembatalan karena menggunakan maskapai asing. Akibatnya, kepastian kepulangan mereka hingga kini belum jelas.

“Karena Lion Air penuh, yang punya travel ini enggak kebagian tiket. Ini sama keluarganya, sama temannya itu pakai penerbangan asing. Malah itu yang ter-cancel. Karena transit sih, transit yang rawan. Transitnya itu ada yang ke Qatar, ada yang ke Dubai, itu sudah tutup. Dubai itu kena bom. Doha kena bom,” ungkap Didik.

“Jadi yang punya travel itu enggak tentu kapan pulangnya, yang jelas enggak bisa pulang besok itu. Itu udah ada kabar sementara untuk di-cancel. Kecuali mungkin pindah penerbangan, tapi kan sulit, kan dia udah bayar semua PP (Pulang-Pergi),” tambahnya.


Jemaah umrah asal Malang, Muhammad Zuhdy Achmadi atau yang akrab disapa Didik/Dok. Pribadi.


Sementara jemaah yang menggunakan penerbangan langsung dari Indonesia relatif tidak terdampak. Didik yang memakai maskapai Lion Air mengaku hingga kini belum menerima pemberitahuan pembatalan.

“Kebetulan saya pakai Lion Air, sampai hari ini belum ada pemberitahuan kalau ter-cancel dan lain sebagainya. Kemarin Lampung aman, pakai Lion Air jemaah Lampung itu,” kata Didik.

Meski aktivitas ibadah di Makkah tetap berjalan normal, gangguan penerbangan menjadi kekhawatiran baru bagi jemaah umrah Indonesia. Terutama bagi mereka yang mengandalkan rute transit melalui negara-negara yang terdampak konflik di kawasan Timur Tengah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)