Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Foto: ANTARA/Cahya Sari.
Prabowo Panggil Zulhas dan Bahlil Bahas Dampak Perang Timur Tengah
Fachri Audhia Hafiez • 2 March 2026 17:17
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menggelar rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta. Pertemuan mendadak ini bertujuan untuk mengantisipasi dampak krisis geopolitik di Timur Tengah terhadap stabilitas pasokan pangan dan energi nasional, menyusul eskalasi besar antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
“(Agenda rapat saya) belum tahu. Kalau saya kan (bertanggung jawab bidang) pangan, Kopdes. (Rapat kemungkinan membahas) antisipasi pangan pascaperang Timur Tengah. Entar habis rapat ya,” kata Menko Pangan Zulkifli Hasan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Senin, 2 Maret 2026.
Zulhas dan Bahlil tiba sekitar pukul 15.30 WIB, beberapa jam setelah Presiden Prabowo memimpin upacara pemakaman militer Wapres ke-6 RI Try Sutrisno di TMP Kalibata. Selain masalah pangan, fokus utama pemerintah tertuju pada sektor energi setelah Angkatan Laut Iran secara resmi menutup Selat Hormuz hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
Penutupan jalur distribusi vital tersebut menjadi ancaman serius bagi ketahanan energi dalam negeri. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan perlunya langkah cepat mengingat Indonesia masih sangat bergantung pada impor minyak mentah dari kawasan tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian, terutama menjelang hari raya Idulfitri.
“(Laporan kepada Bapak Presiden) mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz, Iran, karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia, karena bagaimana pun kita masih melakukan impor sebelum lebaran,” jelas Bahlil Lahadalia.
Situasi di Timur Tengah memanas setelah serangan udara gabungan AS dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta warga sipil di madrasah-madrasah. Sebagai balasan, militer Iran meluncurkan rentetan rudal ke berbagai pangkalan serta aset militer Amerika Serikat yang berada di negara-negara tetangga seperti Kuwait, Qatar, hingga Uni Emirat Arab.
Pemerintah Indonesia kini tengah mengkaji skenario darurat untuk memastikan bahwa distribusi pangan tidak terhambat dan ketersediaan BBM tetap terjaga di tengah blokade maritim dan ancaman perang terbuka di Asia Barat.