Ketua MPR: Presiden Ingin Dengar Pandangan Ulama Soal Serangan ke Iran

Ketua MPR RI Ahmad Muzani (kiri). Foto: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.

Ketua MPR: Presiden Ingin Dengar Pandangan Ulama Soal Serangan ke Iran

Fachri Audhia Hafiez • 4 March 2026 21:37

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar pertemuan strategis dengan para ulama, pimpinan ormas Islam, dan tokoh masyarakat di Istana Kepresidenan, Kamis, 5 Maret 2026. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah mendengarkan pandangan para tokoh agama mengenai eskalasi ketegangan di negara-negara Teluk pascaserangan sepihak Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

"Besok juga bagian dari upaya Presiden ingin mendengarkan pandangan-pandangan, meskipun juga Presiden nanti akan menyampaikan pandangan Beliau dan cara pandang Beliau terhadap persoalan itu," kata Ketua MPR Ahmad Muzani usai rapat bersama Presiden di Istana Kepresidenan, dilansir Antara, Rabu, 4 Maret 2026.
 


Muzani menjelaskan bahwa Presiden sangat terbuka terhadap masukan dari berbagai kelompok, termasuk para ulama, dalam menyikapi situasi global yang kian memanas. Selain membahas isu internasional, Kepala Negara juga menitipkan pesan penting mengenai pentingnya menjaga stabilitas internal dan soliditas rakyat Indonesia di tengah gejolak dunia.

"Intinya, kita diminta untuk tetap menjaga persatuan, kesatuan, kebersamaan, dan kita harus tetap menjaga ukhuwah sesama Islam, ukhuwah sesama antarbangsa supaya ada kedamaian, keharmonisan di dunia ini bisa kita jaga. Kira-kira itu," ujar Muzani.


Serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. Foto: ANTARA/Anadolu/py.

Selain agenda geopolitik, rapat sore tadi juga mematangkan sejumlah rangkaian kegiatan kepresidenan selama bulan suci Ramadan. Agenda tersebut meliputi peringatan Nuzulul Qur'an pada hari ke-17 Ramadan hingga prosesi pembayaran zakat oleh Presiden yang akan dipusatkan di Istana.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan bahwa pertemuan hari Kamis besok juga akan dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama. Sinergi antara pemerintah dan para pimpinan pondok pesantren serta mubaligh diharapkan dapat memperkuat kerukunan nasional di masa sulit ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)