Genjot Kualitas SDM, IWIP-Weda Bay Nickel Perluas Akses Beasiswa Generasi Muda

Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Genjot Kualitas SDM, IWIP-Weda Bay Nickel Perluas Akses Beasiswa Generasi Muda

Husen Miftahudin • 22 June 2026 15:39

Jakarta: PT Indonesia Weda Bay Industrial Park bersama Weda Bay Nickel memperkuat komitmen dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui program beasiswa bagi mahasiswa asal Maluku Utara (Malut) dan berbagai daerah di Indonesia.
 
Program tersebut mencakup pendidikan jenjang sarjana di dalam negeri hingga kesempatan melanjutkan studi magister di luar negeri. Inisiatif ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menyiapkan generasi muda yang siap berkontribusi bagi pembangunan nasional.
 
Sejak diluncurkan pada 2021, Program Beasiswa Weda Bay menjadi salah satu bentuk dukungan perusahaan dalam meningkatkan kualitas SDM melalui akses pendidikan tinggi. Program ini menyasar mahasiswa asal Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Timur yang tengah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hingga kini, sebanyak 92 mahasiswa telah menerima manfaat dari program tersebut.
 
Manager Hubungan Eksternal IWIP Lukman Hakim menilai pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang berperan penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
 
"Pengembangan sumber daya manusia merupakan fondasi penting bagi kemajuan daerah dan bangsa. Melalui berbagai program pendidikan yang dijalankan IWIP dan WBN, kami ingin membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan berkualitas, mengembangkan potensi diri, dan menyiapkan masa depan yang lebih baik," ujar Lukman seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 22 Juni 2026.
 

Baca juga: AHY Tegaskan Bonus Demografi Indonesia Harus Berintegritas dan Berkompetensi
 

Dorong inovasi hingga kolaborasi riset

 
Selain mendukung pendidikan sarjana, IWIP melalui Eternal Tsingshan Group bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan juga mendukung program pendidikan magister di University of Science and Technology Beijing, Tiongkok. Program kerja sama pendidikan Indonesia-Tiongkok ini telah berjalan sejak 2024 dan membuka kuota bagi 20 peserta setiap tahun.
 
Pada angkatan pertama 2024, sebanyak 20 mahasiswa menerima beasiswa. Sementara pada angkatan kedua, 16 mahasiswa terpilih untuk melanjutkan studi. Saat ini, proses wawancara untuk angkatan ketiga masih berlangsung.
 
Salah satu penerima program tersebut, Aditya Risvan Riansah menilai kesempatan tersebut memberi pengalaman akademik sekaligus pemahaman langsung terhadap ekosistem industri dan inovasi di sektor hilirisasi mineral.
 
"Melalui program ini, saya tidak hanya memperoleh penguatan kompetensi teknis di bidang metalurgi dan hidrometalurgi, tetapi juga kesempatan belajar dari lingkungan akademik dan industri yang mendorong inovasi, kolaborasi riset, serta pemecahan masalah," ujar Aditya.


(Penerima Program Beasiswa Weda Bay. Foto: dok Istimewa)
 

Investasi pendidikan untuk industri berkelanjutan

 
Aditya menilai pengalaman yang diperoleh selama studi dapat menjadi bekal untuk berkontribusi pada pengembangan industri strategis di Indonesia, terutama sektor hilirisasi mineral yang terus berkembang.
 
Ia menegaskan, infrastruktur dan fasilitas industri modern perlu ditopang SDM yang kompeten agar industri nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan. Melalui berbagai program pendidikan tersebut, IWIP dan WBN berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan SDM Indonesia.
 
Perusahaan meyakini pendidikan menjadi salah satu kunci dalam membangun generasi muda yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

(Husen Miftahudin)