Dolar AS Perkasa, Euro hingga Yen Terpaksa Menyerah

Dolar AS. Foto: Freepik.

Dolar AS Perkasa, Euro hingga Yen Terpaksa Menyerah

Husen Miftahudin • 15 September 2026 08:22

New York: Dolar Amerika Serikat (AS) menguat ke level tertinggi dalam hampir dua pekan pada perdagangan Senin waktu setempat. Penguatan terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada pekan ini.
 
Di pasar valuta asing, yen Jepang mulai stabil setelah mencatat reli besar dalam beberapa waktu terakhir. Sementara itu, dolar Kanada melemah tipis setelah data menunjukkan inflasi Kanada masih berada di atas target bank sentral.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 15 September 2026, indeks dolar AS yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama naik 0,27 persen menjadi 99,388 pada pukul 15.00 waktu setempat atau 19.00 GMT.
 
Pada penutupan perdagangan di New York, euro melemah menjadi USD1,1557 dari USD1,1596 pada sesi sebelumnya. Poundsterling Inggris juga turun menjadi USD1,3511 dari USD1,3525.
 
Sementara itu, dolar AS menguat terhadap yen Jepang menjadi 154,05 yen dari 153,72 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS sedikit melemah terhadap franc Swiss menjadi 0,8163 franc dari 0,8166 franc.
 
Greenback juga menguat terhadap dolar Kanada menjadi 1,3902 dolar Kanada dari 1,3865 dolar Kanada. Terhadap krona Swedia, dolar AS naik menjadi 9,7412 krona dari 9,7044 krona pada sesi sebelumnya.
 



(Dolar AS. Foto: Freepik)
 

Pasar menanti keputusan The Fed

 
Perhatian pelaku pasar valuta asing tertuju pada keputusan The Fed yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu waktu setempat.
 
Mengutip Investing.com, data inflasi konsumen dan produsen utama AS pada pekan lalu meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Ekspektasi tersebut muncul setelah laporan nonfarm payrolls AS untuk Agustus menunjukkan perkembangan yang dinilai kuat.
 
Tekanan di pasar obligasi AS turut meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat. Imbal hasil obligasi acuan AS bertenor 10 tahun sempat menyentuh 5 persen pada Senin, level tertinggi sejak Oktober 2023.
 
Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed mencapai 92,5 persen. Angka tersebut meningkat dari 87,3 persen sehari sebelumnya dan 59,4 persen sepekan sebelumnya.
 
Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi cenderung mendukung penguatan dolar AS. Jika The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini, keputusan tersebut akan menjadi kenaikan pertama sejak Juli 2023.

(Husen Miftahudin)