Palang kereta liar di kawasan Kebon Baru, Tebet. Foto: Metrotvnews/Muhammad Iqbal Sidiq
Warga Kebon Baru Tolak Penutupan Total Palang Kereta Liar
Muhammad Iqbal Sidiq • 15 May 2026 12:56
Jakarta: Rencana penutupan perlintasan sebidang liar di kawasan Cawang-Tebet oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih menemui jalan buntu. Warga Kelurahan Kebon Baru, Tebet, menolak penutupan total perlintasan kereta.
"Kalau mau ditutup semua gak apa-apa, cuma harus ada akses. Kalau seandainya semua mobilitas ngumpul ke Stasiun Tebet, akan jadi kemacetan," ujar Firman, Ketua RT 8, RW 5, Kebon Baru, saat ditemui di lokasi, Jumat, 15 Mei 2026.
Firman membeberkan, wacana penutupan perlintasan sejatinya telah dibahas sejak 2017 dengan pihak KAI. Saat itu, muncul tiga opsi solusi, namun seluruhnya berujung penolakan.
Opsi pertama adalah pembuatan underpass di dekat area SMA 37. Solusi ini ditolak oleh warga sisi wilayah Tebet Timur.
Opsi kedua, pembangunan JPO di dekat SD 09. Rencana ini ditolak oleh warga Kebon Baru. Alasannya, warga khawatir JPO akan disalahgunakan menjadi tempat nongkrong yang memicu tindakan kriminalitas.
Opsi ketiga, mengalihkan seluruh mobilitas warga melewati jalan layang di Stasiun Tebet. Alternatif ini dinilai akan menciptakan efek domino kemacetan, khususnya di kawasan Gudang Peluru.
Bagi warga, akses perlintasan sebidang ini sangat vital. "Kita mikirnya untuk anak sekolah, orang kerja, dan ibu-ibu ke pasar. Aksesnya cuma ini. Harapan saya semoga jalan perlintasan ini tidak ditutup total," tegas Firman.

Peringatan bahaya melintas di rel kereta api. Foto: Metrotvnews/Muhammad Iqbal Sidiq
Berdasarkan pantauan Metrotvnews.com di lokasi, terdapat tujuh perlintasan tidak resmi di Kelurahan Kebon Baru. Dua di antaranya telah ditutup oleh KAI.
Sementara itu, lima perlintasan sisanya, termasuk di RW 5, masih beroperasi dan dijaga secara swadaya oleh warga setempat.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com