Kehadiran Yonif TP Pacu Perekonomian dan Pembangunan di Perbatasan Kaltara

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali. Foto: Dok. Istimewa.

Kehadiran Yonif TP Pacu Perekonomian dan Pembangunan di Perbatasan Kaltara

Fachri Audhia Hafiez • 4 October 2026 10:52

Jakarta: Kehadiran Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai memberikan kontribusi nyata bagi percepatan pembangunan dan roda perekonomian masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Malinau menyambut positif, serta siap bersinergi penuh mendukung operasional satuan baru TNI tersebut.

"Hadirnya Yon TP 922/Upun Taka di Kabupaten Tana Tidung ini sangat memberikan kontribusi yang positif buat kami," kata Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, dikutip melalui keterangan video, Sabtu, 3 Oktober 2026.
 


Ibrahim mengungkapkan, kehadiran pasukan teritorial pembangunan tidak hanya fokus pada fungsi pertahanan. Namun, menyasar sektor ekonomi kerakyatan, pertanian, hingga peternakan.

Ia mencatat, keberadaan markas batalyon langsung menggerakkan UMKM lokal dengan tumbuhnya sekitar 26 warung baru di sekitar area batalyon. Selain itu, potensi perputaran uang dari belanja prajurit diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,5 miliar per bulan.

Di sektor pertanian, prajurit Yonif TP 922/Upun Taka telah membuktikan kontribusinya melalui pengelolaan lahan seluas 0,8 hektar di Desa Maning yang berhasil memanen sekitar 2 ton padi. Pemkab Tana Tidung pun berkomitmen meningkatkan kolaborasi dan sinergi dengan TNI sesuai arahan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.

Dampak positif senada dirasakan di Kabupaten Malinau. Yonif TP 921/Alang Impang di Desa Loreh, Kecamatan Malinau Selatan, turut menjadi penggerak ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Malinau, Kaltara.

Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, menegaskan bahwa kehadiran Yonif TP merupakan terobosan dalam mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan yang memiliki luas mencapai 3,8 juta hektare.

"Kehadiran Batalyon di tempat ini bukan hanya alat perang, alat pertahanan, tetapi juga alat pembangunan, alat penggerak ekonomi, bahkan berbagi pengetahuan," tegas Wempi.


Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) dan Bupati Malinau, Wempi W. Mawa (kiri). Foto: Dok. Istimewa.

Wempi menjelaskan, Kabupaten Malinau yang berada di garda terdepan perbatasan membutuhkan percepatan konektivitas infrastruktur dan penguatan ketahanan pangan. Menurutnya, prajurit Yonif TP yang dibekali alat berat dan tenaga terampil akan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan, menjaga kekayaan alam, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemkab Malinau menyatakan telah menyiapkan lokasi dan lahan pendukung bagi satuan baru tersebut. Masyarakat setempat juga menyambut terbuka integrasi prajurit TNI di tengah-tengah lingkungan mereka guna mewujudkan sinergi pertahanan dan pembangunan di kawasan perbatasan.

Sebelumnya, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu kedua kepala daerah tersebut serta meninjau kedua Yonif TP. Dalam pengarahannya, Sjafrie menekankan peran vital Yonif TP sebagai garda terdepan di wilayah perbatasan yang memikul tanggung jawab besar mengawal kedaulatan negara, sekaligus mendukung penuh pemerintah daerah dan masyarakat perbatasan.

(Fachri Audhia Hafiez)