Ilustrasi harga minyak dunia turun. Foto: Daily News Egypt.
Harga Minyak Tergelincir, Brent Dibanderol USD64,83/Barel
Husen Miftahudin • 13 November 2025 08:28
Houston: Harga minyak dunia mengalami penurunan pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), meskipun ekspektasi berakhirnya penutupan pemerintah AS terlama yang pernah ada dapat meningkatkan permintaan di negara konsumen minyak mentah terbesar di dunia membantu membatasi kerugian.
Mengutip Yahoo Finance, Kamis, 13 November 2025, harga minyak mentah Brent turun 0,5 persen menjadi USD64,83 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,6 persen menjadi USD60,69 per barel.
Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dikuasai Partai Republik akan melakukan pemungutan suara pada Rabu sore terhadap rancangan undang-undang, yang telah disetujui Senat, yang akan memulihkan pendanaan untuk lembaga-lembaga pemerintah hingga 30 Januari.
Pembukaan kembali pemerintahan akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan aktivitas ekonomi, memacu permintaan minyak mentah, tulis analis pasar IG Tony Sycamore dalam sebuah catatan.
| Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Kekhawatiran Kelebihan Pasokan |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Permintaan migas terus tumbuh hingga 2050
Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) dalam World Energy Outlook tahunannya menyatakan permintaan minyak dan gas dapat terus tumbuh hingga 2050.
Prakiraan ini menandai pergeseran dari ekspektasi IEA sebelumnya dimana permintaan minyak global akan mencapai puncaknya pada dekade ini, karena badan tersebut kembali menggunakan metodologi yang didasarkan pada kebijakan yang ada, alih-alih janji-janji iklim.
"Kami tidak yakin perubahan sikap IEA dalam prediksi jangka panjang memiliki arti penting saat ini," kata John Evans, analis di PVM Oil Associates.