Kolaborasi Perguruan Tinggi Hadirkan Program Pemulihan di Sumatra Barat

Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Sumatra Barat 2026. (Dokumentasi/ Istimewa)

Kolaborasi Perguruan Tinggi Hadirkan Program Pemulihan di Sumatra Barat

Deny Irwanto • 13 October 2026 19:48

Agam: Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat memberikan manfaat lebih luas ketika diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Semangat tersebut tercermin dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Sumatra Barat 2026, yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mendukung pemulihan masyarakat pascabencana di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Mengusung tema 'Bangkik Basamo, Mambangun Nagari', program yang berlangsung pada 31 Juli hingga 13 Agustus 2026 itu melibatkan 23 perguruan tinggi negeri dan swasta. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III dan LLDIKTI Wilayah X, dengan Budi Luhur University sebagai koordinator atau focal point wilayah Jakarta dan Universitas Fort De Kock untuk wilayah Sumatra Barat.

Rangkaian program tersebut resmi ditutup pada 2 Oktober 2026 di Kantor LLDIKTI Wilayah III, Jakarta. Kepala LLDIKTI Wilayah III, Henri Togar Hasiholan Tambunan, mengatakan bahwa perguruan tinggi perlu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


“KKN Tematik ini merupakan perwujudan implementasi Diktisaintek Berdampak. Kami ingin perguruan tinggi, baik PTN maupun PTS, memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Henri dalam keterangan pers dikutip, Selasa, 13 Oktober 2026.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Fauzan, yang turut mengunjungi lokasi kegiatan saat pembukaan di Kabupaten Agam, juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Akselerasi penyelesaian persoalan masyarakat membutuhkan kolaborasi antarperguruan tinggi, pemerintah, serta dunia usaha dan industri,” tegasnya.

Dari Kesehatan hingga Penguatan Ekonomi Warga

Selama pelaksanaan KKNT Sumatra Barat 2026, mahasiswa menjalankan 31 program kerja yang mencakup empat bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, dan pertanian.

Sejumlah kegiatan dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari edukasi pencegahan stunting, pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis, pemeriksaan gigi, hingga edukasi pencegahan demam berdarah dengue (DBD) dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).


Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Sumatra Barat 2026. (Dokumentasi/ Istimewa)


Di bidang lingkungan dan infrastruktur dasar, mahasiswa turut mengembangkan filter air bersih serta pembuatan septic tank. Program lainnya mencakup pengembangan pertanian hidroponik, literasi pembayaran digital, edukasi mitigasi bencana, dan art therapy sebagai bentuk dukungan psikososial bagi masyarakat pascabencana.

Ragam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pengetahuan, tetapi juga penerapan keterampilan sesuai kebutuhan di lapangan. Melalui interaksi langsung dengan warga, mahasiswa berkesempatan memahami persoalan masyarakat sekaligus belajar mengembangkan solusi bersama.

Program dukungan psikososial, misalnya, menjadi salah satu pendekatan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak emosional setelah bencana. Sementara itu, edukasi kesehatan, pengelolaan air bersih, dan mitigasi bencana diarahkan untuk memperkuat pengetahuan serta kesiapsiagaan masyarakat.

Kolaborasi Lintas Kampus untuk Dampak Berkelanjutan

Pelaksanaan program ini dikoordinasikan oleh Budi Luhur University (BLU), yang kembali dipercaya menjadi focal point wilayah Jakarta untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Rektor BLU, Agus Setyo Budi,  mengoordinasikan rangkaian kegiatan bersama perguruan tinggi dan mitra terkait.

Ketua Pelaksana, Arief Wibowo, menyebut kepercayaan tersebut sebagai bagian dari upaya mengelola kolaborasi pengabdian masyarakat lintas perguruan tinggi.

“Kepercayaan sebagai Focal Point selama tiga tahun berturut-turut menunjukkan kemampuan Budi Luhur University dalam mengelola KKN Tematik dengan semangat perguruan tinggi berdampak,” ujar Arief.


Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Sumatra Barat 2026. (Dokumentasi/ Istimewa)


Kegiatan ini juga mendapat dukungan sejumlah pihak, termasuk PT Kalbe Farma Tbk. Pada penutupan acara, panitia memberikan penghargaan kepada dosen pembimbing lapangan, mahasiswa peserta terbaik, serta perguruan tinggi yang berpartisipasi. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan laporan akhir program.

Keterlibatan berbagai perguruan tinggi dalam satu program membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarmahasiswa. Pendekatan tersebut juga memungkinkan beragam disiplin ilmu berkontribusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari kesehatan dan pendidikan hingga pertanian serta penguatan ekonomi.

Bagi mahasiswa, kegiatan pengabdian menjadi kesempatan untuk memahami bahwa persoalan di masyarakat kerap membutuhkan pendekatan lintas bidang dan kerja sama berbagai pihak. Sementara bagi warga, program yang sesuai kebutuhan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menjalani proses pemulihan.

Semangat 'Bangkik Basamo, Mambangun Nagari' menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan keterlibatan bersama. Melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, pengetahuan dari kampus diharapkan tidak berhenti sebagai teori, tetapi dapat diterapkan untuk mendukung kehidupan warga secara berkelanjutan.

(Silvana Febiari)