Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto bersama Executive Secretary Britacom Huang Suhua. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari.
DJP Dorong Modernisasi Pajak Global Lewat BRITACOF 2026
Andika Fauzan Azhari • 13 October 2026 15:48
Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 7th Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum (BRITACOF) yang berlangsung pada 13-15 Oktober 2026 di Jakarta.
Forum internasional di bawah kerangka Belt and Road Initiative (BRI) ini mengusung tema Smart Taxation, Shared Prosperity guna mendorong modernisasi dan kemudahan layanan perpajakan global.
"Ini betul-betul merupakan kerja sama yang akan mengedepankan tema Smart Taxation, Shared Prosperity, artinya modernisasi perpajakan untuk perpajakan yang lebih mudah dan juga untuk servis yang memudahkan wajib pajak," kata Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dalam acara The 7th BRITACOF di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.
Bimo menjelaskan, pertemuan tersebut dihadiri 68 delegasi dari 38 otoritas perpajakan negara anggota serta 30 pengamat dari lembaga perpajakan internasional. Sebanyak 10 pimpinan otoritas pajak hadir langsung, di antaranya dari Uni Emirat Arab, Hong Kong, Makau, Turki, hingga perwakilan dari Tiongkok dan beberapa negara Afrika.
Ada empat agenda utama yang dibahas dalam forum ini, yaitu pemanfaatan teknologi dalam administrasi pajak, peningkatan pelayanan wajib pajak, penguatan kapasitas institusi perpajakan, serta penguatan dialog dengan dunia usaha dan industri.
Melalui forum ini, Bimo berharap para anggota dapat saling belajar untuk mempercepat pembenahan tata kelola pajak dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha dalam menjalankan kewajiban perpajakannya.
(Ilustrasi. Foto: dok MI)
Luncurkan portofolio layanan pajak terbaru
Sementara itu, Executive Secretary Britacom Huang Suhua menyampaikan bahwa forum ini juga meluncurkan dua produk portofolio utama, yakni Tax Service Product Portfolio (TSPP) dan Tax Administration Product Portfolio (TAPP 2.0). Produk ini dirancang untuk menyeimbangkan kepentingan otoritas pajak dan wajib pajak.
"Tujuan utama pembentukan mekanisme ini adalah membantu negara-negara berkembang memenuhi target mobilisasi penerimaan negara agar memiliki sumber daya finansial yang cukup untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya," kata Huang Suhua.
Huang menambahkan, melalui kolaborasi dan pertukaran praktik terbaik antarnegara, forum ini dapat menciptakan lingkungan perpajakan yang ramah terhadap pertumbuhan ekonomi lintas batas (growth-friendly tax environment).