Pemkot Jaksel Bantu Pengambilan Ijazah 414 Pelajar

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) melaksanakan Program Bantuan Pengambilan Ijazah Tertunda Tahap II bagi 414 pelajar, Jakarta, Kamis (29/10/2026). ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Selatan.

Pemkot Jaksel Bantu Pengambilan Ijazah 414 Pelajar

Anggi Tondi Martaon • 29 October 2026 19:31

Jakarta: Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) melaksanakan Program Bantuan Pengambilan Ijazah Tertunda Tahap II bagi 414 pelajar di wilayahnya. Diharapkan, program tersebut membuka jalan bagi peserta didik melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun memenuhi persyaratan memasuki dunia kerja. 

"Jangan sampai cita-cita dan masa depan anak-anak kita terhambat hanya karena persoalan administrasi atau keterbatasan finansial," kata Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo dikutip dari Antara, Kamis, 29 Oktober 2026.

Syafrin mengatakan, keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi erat antara Suku Dinas Pendidikan, Baznas (Bazis), pihak sekolah, serta para anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta. 
 


Kerja sama ini mencakup proses pendataan, verifikasi, hingga koordinasi di lapangan agar masalah pendidikan dapat ditangani secara bersama-sama.

"Sinergi seperti inilah yang perlu terus kita perkuat untuk mewujudkan Jakarta Selatan sebagai kota yang inklusif, peduli dan memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat," ungkap Syafrin.

Kasudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Sarwoko menjelaskan, dari 414 penerima bantuan ijazah tertunda tersebut, 142 peserta didik berasal dari Suku Dinas Pendidikan Wilayah I dan 272 peserta didik dari Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan.


Ilustrasi. Foto: Antara.

Sepanjang 2025, 1.828 peserta didik di Jakarta Selatan wilayah I dan II telah terbantu. Sementara itu, untuk pelaksanaan tahap pertama dan tahap kedua pada 2026 ini, total penerima mencapai 760 siswa.

"Melalui langkah konkret ini, diharapkan seluruh persoalan ijazah tertunda di Jakarta Selatan dapat terselesaikan dengan baik sehingga para lulusan dapat melanjutkan langkah mereka ke jenjang berikutnya atau memasuki dunia kerja," ujar Sarwoko.

(Anggi Tondi)