Kunjungan Wisatawan ke Jakarta Capai 9,14 Juta pada Agustus 2026

Monumen Nasional (Monas) menjadi ikon Jakarta. Foto: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna/aa.

Kunjungan Wisatawan ke Jakarta Capai 9,14 Juta pada Agustus 2026

Fachri Audhia Hafiez • 1 October 2026 21:10

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara tujuan Jakarta mencapai 9,14 juta perjalanan pada Agustus 2026. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 3,40 persen dibandingkan Juli 2026.

"Begitu pula secara tahunan, itu naik sebesar 12,53 persen," ujar Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 1 Oktober 2026.
 


Kadarmanto menjelaskan, wilayah Jakarta Selatan masih menjadi destinasi favorit utama para wisatawan nusantara dengan proporsi mencapai 27,14 persen atau setara 2,48 juta perjalanan.

"Tak terbantahkan lagi, kota Jakarta Selatan tetap menjadi kota destinasi favorit para wisatawan nusantara pada Agustus, pada bulan-bulan sebelumnya, dengan 2,48 juta perjalanan," kata Kadarmanto.

Posisi selanjutnya disusul oleh Jakarta Pusat sebesar 21,94 persen, Jakarta Timur 18,42 persen, Jakarta Barat 16,05 persen, Jakarta Utara 15,73 persen, dan Kepulauan Seribu sebesar 0,71 persen.


Kebun Binatang Ragunan Jakarta. Foto: Dok. Antara.

Secara pertumbuhan bulanan (month-to-month), peningkatan kunjungan terjadi di lima wilayah dengan lonjakan tertinggi tercatat di Kabupaten Kepulauan Seribu mencapai 11,42 persen. Sebaliknya, wilayah Jakarta Barat mengalami penurunan tipis sebesar 0,72 persen.

Namun secara tahunan (year-on-year) dibandingkan Agustus 2025, seluruh wilayah Jakarta mengalami lonjakan positif. Kepulauan Seribu kembali mencatatkan kenaikan tertinggi hingga 107,08 persen, disusul Jakarta Pusat 16,27 persen, Jakarta Selatan 12,74 persen, Jakarta Utara 11,91 persen, Jakarta Barat 9,92 persen, dan Jakarta Timur 8,89 persen.

Sementara itu, untuk arus perjalanan wisatawan yang keluar dari Jakarta tercatat sebanyak 9,57 juta perjalanan pada Agustus 2026, atau naik 6,23 persen secara bulanan dan tumbuh 18,12 persen secara tahunan. Asal perjalanan terbanyak berasal dari warga Jakarta Selatan sebanyak 2,36 juta perjalanan (24,68 persen) dan Jakarta Timur sebanyak 2,25 juta perjalanan (23,59 persen).

(Fachri Audhia Hafiez)