Wali Kota Solo Respati Ardi. Metrotvnews.com/ Triawati
Dana Transfer Daerah Dipangkas, Pemkot Solo Bakal Terapkan WFH
Triawati Prihatsari • 17 October 2025 07:49
Solo: Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terdampak pemotongan dana tranfer daerah yang diterapkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp218 miliar. Terkait itu, Wali Kota Solo Respati Ardi mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan inovasi dalam penghematan.
"Kemarin kita kumpulkan, sudah kita rasionalisasikan ke seluruh OPD. Kita challenge OPD untuk berinovasi, untuk penghematan dan benar-benar membuat kegiatan yang langsung dirasakan masyarakat, penghematan,” beber Respati, di Solo, Kamis, 16 Oktober 2025.
Selain itu, ia berencana menerapkan sistem work from home (WFH). Namun, WFH tidak akan diterapkan untuk seluruh aparatur sipil negara (ASN).
Respati bakal menerapkan WFH bagi pegawai yang tidak berhubungan langsung dengan masyarakat. WFH direncanakan akan diterapkan sepekan sekali.
“Jadi makan minum, listrik, transportasi kita efisienkan 30 persen, ketika biasanya makanan snack tiga kali, ini cuma sekali, air mineral bawa tumbler, ya kita mulai frugal living untuk Pemkot Solo,” terang Respati.
Baca Juga :
Dana Transfer Pusat ke Tangsel Dipangkas Rp510 Miliar, Pemkot Kurangi Belanja Rapat dan Iklan
Sementara itu, WFH dipastikan tidak akan diterapkan pada pegawai yang berinteraksi dengan masyarakat langsung. Penyesuaian tersebut direncanakan akan mulai tahun depan.
“Layanan masyarakat, puskesmas, satpol, pendidikan itu tidak boleh. Tapi hal-hal berkaitan kesekretariatan bisa rapat-rapat, Zoom, ya kita work from anywhere itu langkah bisa menghemat untuk langkah yang tidak perlu. Mulai tahun depan,” ungkap Respati.
Di sisi lain, Respati memastikan pemotongan dana transfer daerah tidak akan mempengaruhi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). “Saya pastikan TPP di kepegawaian Pemkot tidak ada yang dikurangi tanpa mengurangi pelayanan masyarakat,” ujar Respati.