Suasana Taman Bendera Pusaka. Foto: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Atasi Keluhan Warga, Lahan Parkir di Taman Bendera Pusaka Bakal Ditambah
Fachri Audhia Hafiez • 27 April 2026 12:56
Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) mulai menata kawasan Taman Bendera Pusaka untuk mengatasi masalah parkir liar yang dikeluhkan warga. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan kini tengah menyiapkan penambahan kantong parkir baru di area tersebut guna menjaga ketertiban permukiman sekitar.
"Kalau Taman Bendera Pusaka memang beberapa titik itu sudah kita siapkan. Ada beberapa titik juga yang dilarang," kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Bernad Pasaribu, saat dikonfirmasi di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 27 April 2026.
Bernad menjelaskan, keluhan warga selama ini dipicu oleh banyaknya pengunjung taman yang memarkirkan kendaraan di area permukiman secara sembarangan. Sebagai solusi, pemerintah berencana memanfaatkan lahan eks Taman Lauser yang terhubung langsung dengan Taman Bendera Pusaka sebagai area parkir tambahan.
Penambahan lokasi parkir di eks Taman Lauser tersebut dinilai strategis karena memiliki kapasitas yang cukup besar. Langkah ini diambil sejalan dengan program sterilisasi beberapa ruang publik dari parkir liar, seperti yang telah dilakukan di kawasan eks Taman Langsat.
“Rencananya itu di bekas eks Taman Lauser yang nyambung dengan Taman Bendera Pusaka, termasuk juga bagian dari situ, itu akan digunakan untuk parkir tambahannya. Itu slot-nya agak cukup besar di situ,” ujar Bernad.
Meskipun penataan terus dilakukan, Bernad menyebut kawasan eks Taman Ayodya saat ini masih diperbolehkan untuk parkir. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi rambu-rambu yang ada demi kenyamanan bersama.

Ilustrasi. Foto: Freepik.com.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyoroti minimnya kapasitas parkir di lokasi tersebut. Mengingat ketersediaan slot parkir motor maupun mobil yang terbatas, ia menyarankan masyarakat untuk beralih menggunakan moda transportasi massal.
Pramono berharap pengunjung taman ke depannya dapat lebih memilih menggunakan layanan transportasi umum, seperti TransJakarta, untuk meminimalisir kepadatan kendaraan di sekitar taman. Penataan ini diharapkan mampu menyeimbangkan kebutuhan pengunjung dengan kenyamanan warga yang tinggal di sekitar ruang publik tersebut.