Aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Doromelo di Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dihentikan sementara setelah tidak memenuhi standar Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL), Rabu (8/4/2026). ANTARA/Ady Ardiansah
BGN: Titik Kritis di SPPG saat Bahan Baku Datang
Siti Yona Hukmana • 8 April 2026 19:43
Jakarta: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang menyebut titik kritis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), saat bahan baku datang. Hal tersebut disampaikannya saat sidak SPPG Pondok Kelapa 2 usai insiden gangguan pencernaan yang menimpa puluhan siswa hingga dirawat di rumah sakit.
"Coba kalau ada bahan baku datang itu ikut mengecek, ahli gizi juga ikut mengecek, karena itu kritis. Paling kritis yang utama itu, saat bahan baku datang, kemudian kalau mencuci itu termasuk yang bahaya, kalau mencucinya jadi satu," kata Nanik dikutip dari video di Instagram Sidak BGN dilansir Antara, Rabu, 8 April 2026.
"Contoh tadi cucinya saja jadi satu, dia enggak tahu ini bakterinya ada di mana, kalau besok keluar (hasil pengecekan) dari laboratorium dari mana, bisa jadi karena waktu mencuci campur, tempat drop bahan bakunya saja enggak jelas, udah terkontaminasi mungkin dari nge-drop barang," ujar Nanik.
Nanik juga menegaskan kepada kepala SPPG agar mengecek dengan benar bahan baku dari pemasok sebelum diolah. Sebab, setiap pengawas SPPG memiliki kewenangan untuk menolak bahan baku dari pemasok atau supplier yang dinilai tidak layak.
"Tolong yang benar, karena aku lihat memang belum benar. Yang paling kritis adalah saat bahan baku datang karena kamu (kepala SPPG) harus memilah, ini benar atau tidak, seperti apa bahan bakunya?" ungkap Nanik.

Petugas tengah menyiapkan dan mengemas hasil masakan untuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: ANTARA/HO-BGN.
Nanik juga meminta kepada mitra pemilik yayasan yang menaungi SPPG Pondok Kelapa 2 untuk menjenguk para siswa yang sedang dirawat di rumah sakit. Kemudian, segera melaporkan ke Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan BGN apabila terdapat hal-hal yang berpotensi mengganggu jalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kalau enggak benar, ini langsung laporkan Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan. Sudah ada kejadian begini, baru (bergerak). Anda juga harus benar menjalankan program Presiden (Prabowo Subianto). Pokoknya, saya minta ada 72 orang itu, Anda (mitra) datangi satu-satu dan minta maaf, janji sama saya ya, dipenuhi, kalau tidak dipenuhi, enggak akan saya buka (operasional SPPG)," kata Nanik.