Waktu AS dan Israel Menipis untuk Patuhi Gencatan Senjata di Lebanon

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf. Foto: Press TV

Waktu AS dan Israel Menipis untuk Patuhi Gencatan Senjata di Lebanon

Fajar Nugraha • 10 April 2026 13:34

Teheran: Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf memperingatkan bahwa waktu bagi Amerika Serikat dan Israel untuk menghormati gencatan senjata di Lebanon semakin menipis.

Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di platform X pada Kamis malam, 9 April 2026.

Qalibaf mengutip dokumen resmi Iran yang menjadi dasar proposal 10 poin gencatan senjata. Dokumen tersebut menegaskan bahwa Lebanon dan Poros Perlawanan merupakan bagian tak terpisahkan dari kesepakatan.

Ia juga menyebut bahwa Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, telah menegaskan isu Lebanon dalam pembicaraan di Islamabad. Selain itu, pelanggaran gencatan senjata disebut akan mendapat respons tegas dari Iran dan sekutunya.

Pernyataan ini muncul di tengah berlanjutnya serangan udara Israel di Beirut dan wilayah Lebanon lainnya. Iran menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan yang dimediasi oleh aktor regional dan internasional, termasuk Pakistan.

Qalibaf menegaskan bahwa gencatan senjata mencakup keamanan Lebanon secara penuh, bukan hanya kepentingan Iran. “Waktu hampir habis,” tulisnya, menekankan urgensi situasi dan komitmen Iran terhadap stabilitas kawasan.

Iran juga menegaskan akan terus mendukung Lebanon dan Poros Perlawanan dalam menghadapi agresi. Para pemimpin Iran menyebut tindakan Israel sebagai upaya untuk menghindari dampak dari kegagalan militernya.

Dilansir dari media Press TV, konflik ini bermula sejak 28 Februari saat Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran yang menewaskan Ayatollah Seyyed Ali Khamenei beserta sejumlah pejabat dan warga sipil. Sebagai balasan, Iran meluncurkan Operasi “True Promise 4” dengan serangan rudal dan drone ke target Amerika Serikat dan Israel di kawasan Asia Barat.

Selama lebih dari enam pekan konflik berlangsung, Iran terus menyerang aset militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan Teluk Persia dan wilayah pendudukan Palestina. Iran menegaskan akan tetap mempertahankan perlawanan hingga gencatan senjata sepenuhnya dipatuhi.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)