Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Besok, Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang
Fachri Audhia Hafiez • 8 April 2026 22:33
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan pabrik kendaraan listrik di Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis, 9 April 2026. Pabrik tersebut diproyeksikan menjadi pilar penting dalam memproduksi alat transportasi massal berbasis listrik, seperti bus dan truk, guna mendukung kemandirian energi nasional.
"Ya, memang besok, Bapak Presiden ada agenda, untuk meresmikan salah satu pabrik yang memproduksi kendaraan berbasis listrik," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 8 April 2026.
Baca Juga :
Bahlil Pastikan Stok LPG Aman di Atas 10 Hari
Prasetyo menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat peralihan dari energi fosil menuju Energi Baru Terbarukan (EBT).
Menurutnya, transformasi ini krusial mengingat dinamika geopolitik global yang terus menekan harga bahan bakar minyak (BBM) dunia. Pemerintah pun mulai menginisiasi pengurangan kendaraan dinas berbasis fosil dan memperkuat transportasi publik.
Selain membangun industri, pemerintah juga mendorong perubahan budaya transportasi masyarakat agar lebih efisien. Kehadiran pabrik di Magelang ini diharapkan dapat menyuplai kebutuhan armada transportasi massal yang ramah lingkungan di tanah air.
.jpg)
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
"Kita berharap kita semua mulai pelan-pelan memperbaiki transportasi publik kita sehingga diharapkan mulai bergeser menggunakan transportasi massal. Harapannya semua ke depan ini, kita akan mandiri secara energi dan memang ini membutuhkan waktu," jelas Prasetyo.
Meskipun belum ada keputusan final mengenai pemesanan produk secara massal oleh pemerintah, Prasetyo menegaskan bahwa keberadaan pabrik ini adalah investasi strategis bagi industri dalam negeri. Hal ini menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem transportasi publik yang lebih bersih.
"Kita kalau mengurangi penggunaan kendaraan pribadi harus beralih ke misalnya public transportation. Nah public transportation alhamdulillah, kalau sudah ada yang juga berbasis listrik," kata Prasetyo.