Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Foto: Antara.
Menteri PU Ungkap Penanganan Jalan dan Jembatan NTT Pascagempa
Husen Miftahudin • 26 August 2026 14:47
Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan seluruh jalan dan jembatan nasional yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah kembali berfungsi setelah dilakukan penanganan sejak hari pertama bencana.
Dody mengatakan, Kementerian PU langsung memprioritaskan penanganan jalan nasional sejak gempa terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Fokus kami memang adalah jalan. Dimulai di hari pertama, Sabtu, 15 Agustus 2026, sesuai dengan bimbingan Kepala BNPB, kami buka semua jalan nasional," ujar Dody saast menyampaikan laporan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto saat meninjau penanganan dampak gempa bumi di Nagekeo, NTT, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut dia, kerusakan jalan nasional tidak tergolong parah. Sejumlah titik terdampak longsor akibat guncangan gempa. "Kerusakannya ternyata tidak parah, hanya longsor karena bukit-bukit itu sebagian besar sudah gundul," ungkap Dody.
Dody menyebut seluruh jalan nasional dan jembatan nasional sudah kembali berfungsi pada hari kedua setelah gempa. "Alhamdulillah di hari kedua itu semua jalan nasional dan jembatan nasional berfungsi normal," ujar dia.
143 titik rawan longsor dipantau
Meski akses jalan telah kembali berfungsi, Kementerian PU tetap menempatkan alat berat di sejumlah lokasi yang dinilai rawan longsor. Dody mengatakan terdapat sekitar 143 titik yang sebelumnya telah dipetakan sebagai lokasi rawan longsor. Excavator ditempatkan di titik-titik tersebut untuk mempercepat penanganan apabila terjadi longsor susulan.
"Memang karena getaran terus terjadi, seperti yang disampaikan Kepala BNPB, ada 143 titik yang selama ini kami tandai sebagai titik yang rawan longsor. Tetap kami tempatkan excavator," katanya.
Menurut Dody, alat berat akan langsung digunakan untuk menyingkirkan material longsor agar tidak mengganggu akses masyarakat. "Ketika ada longsor, kami langsung pinggirkan semua longsorannya sehingga jalan manusia tidak terganggu," ujarnya.
Dody juga melaporkan terdapat dua jembatan yang terdampak gempa. Keduanya berada di Kabupaten Manggarai, dengan satu jembatan merupakan kewenangan nasional dan satu lainnya merupakan jembatan provinsi. Kementerian PU telah membuat kedua jembatan tersebut dapat kembali digunakan secara fungsional.
"Tapi sesuai dengan arahan Bapak (Presiden Prabowo), dengan Inpres Jalan Daerah, apa pun kita kerjakan. Jadi jembatan yang provinsi juga kita kerjakan. Alhamdulillah tidak terlalu berat," kata Dody.
(Penangangan titik longsor akibat gempa di NTT. Foto: dok Kementerian PU)
Perkuat struktur jembatan
Untuk jembatan nasional, Dody mengatakan terdapat sedikit pergerakan pada struktur jembatan sehingga perlu dilakukan penguatan. Kementerian PU juga menyiapkan penanganan sementara sambil melakukan perawatan.
"Jembatan kita yang nasional agak sedikit goyang, tapi akan kita perkuat dan kita akan pasang bilik untuk sementara waktu sambil melakukan perawatan," ujar dia.
Jembatan tersebut menjadi jalur penghubung dari Pelabuhan Reo menuju Ruteng dan Ende. Akses itu juga dinilai penting karena menjadi salah satu jalur distribusi bahan bakar minyak (BBM).
"Jadi dari hari pertama kami sudah diwanti-wanti oleh Kepala BNPB sama Pak Menko Pratikno bahwa jembatan ini harus diutamakan karena transportasi BBM lewat sini. Jadi kami kerja siang-malam," tutur Dody.
Dody mengatakan jembatan nasional tersebut sudah dapat dilalui sejak hari kedua setelah gempa, meski kendaraan masih harus melintas secara bergantian. "Hari kedua alhamdulillah, (jembatan nasional) kita sudah fungsional. Tapi memang harus lewat satu-satu. Sampai detik ini pun masih fungsional," katanya.
Kementerian PU kemudian melakukan pengujian terhadap kemampuan jembatan tersebut. Hasilnya, jembatan mampu dilalui kendaraan tangki BBM dengan muatan hingga 20 ton tanpa mengalami pergerakan seperti sebelumnya.
"Tapi kami coba tes sampai dengan mobil tangki BBM sampai dengan 20 ton. Alhamdulillah tidak goyang lagi jembatan ini," papar Dody.