Ilusrasi kekeringan. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/nym.
1.156 KK Terancam Kerawanan Pangan Akibat Kekeringan
Silvana Febiari • 28 August 2026 13:04
Nduga: Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 1.156 kepala keluarga (KK) terancam mengalami kerawanan pangan akibat kondisi tersebut.
"Lokasi terdampak berada di Kampung Bowisa, Distrik Mugi, dan Kampung Mbuwa, Distrik Mbuwa," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, dalam keterangan tertulis, Jumat, 28 Agustus 2026.
Selain mengancam ketersediaan pangan, kekeringan juga menyebabkan sekitar 2.325 hektare lahan pertanian gagal panen. Sebagian warga yang terdampak dilaporkan telah mengungsi ke Distrik Walaik.
"Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pendataan dan pemantauan kondisi masyarakat terdampak, terutama terkait ketersediaan pangan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya agar penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan," ungkap Berton.
BNPB mengingatkan kondisi cuaca yang cenderung kering di sejumlah wilayah juga dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan serta tidak membuang puntung rokok maupun benda lain yang berpotensi memicu kebakaran secara sembarangan.
"Pemerintah daerah juga perlu memperkuat patroli dan pemantauan wilayah rawan, memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta mempercepat penanganan apabila kebakaran mulai terdeteksi," tutur Berton.

Bupati Nduga Yoas Beon saat menyerahkan beras sebanyak 50 ton kepada masyarakat di 32 distrik, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Jumat, 28 Agustus 2026. (ANTARA/HO- Pemkab Nduga)
Untuk menghadapi dampak kekeringan, BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan menggunakan air secara bijak dengan mengutamakan kebutuhan pokok. Warga juga diminta mengikuti informasi dan arahan pemerintah daerah terkait distribusi air bersih maupun bantuan lainnya.
Pemerintah daerah juga perlu mengantisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan air dan pangan dengan memantau sumber air, kondisi lahan pertanian, serta kelompok masyarakat yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi. Perhatian khusus diperlukan bagi masyarakat di wilayah pegunungan yang memiliki akses sulit dijangkau.
BNPB menekankan kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Kecepatan masyarakat dalam menyampaikan informasi kepada pemerintah, respons petugas di lapangan, serta koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting untuk mencegah dampak bencana berkembang lebih luas.
BNPB bersama pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan sejak dini diharapkan dapat meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat, lingkungan, serta aktivitas sosial dan ekonomi.