Lebanon Tak Akan Lepas Hak Gugat Israel atas Dugaan Kejahatan Genosida

Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri. (Anadolu Agency)

Lebanon Tak Akan Lepas Hak Gugat Israel atas Dugaan Kejahatan Genosida

Muhammad Reyhansyah • 1 September 2026 09:01

Beirut: Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri menegaskan negaranya tidak akan melepaskan hak untuk menempuh jalur hukum terhadap Israel atas apa yang disebutnya sebagai “kejahatan genosida” di Lebanon.

Berri menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidato memperingati 48 tahun hilangnya ulama Syiah Lebanon sekaligus pendiri Gerakan Amal, Musa al-Sadr, pada Senin, 31 Agustus 2026.

Ia menilai konfrontasi Lebanon dengan Israel membutuhkan pendekatan nasional yang bersatu dan terbebas dari kepentingan sektarian. Berri juga memperingatkan agar Lebanon tidak terseret ke dalam konflik internal.

“Yang diinginkan Israel bukanlah Hizbullah, senjatanya, Amal, atau komunitas Syiah. Lebanon sendiri, persatuan dan perdamaian sipilnya adalah target,” ujar Berri, dikutip dari Anadolu.

Berri juga menolak kerangka kesepakatan yang disepakati pada Juni serta memperingatkan terhadap negosiasi langsung dengan Israel ketika serangan masih berlangsung.

“Apa yang telah dicapai dari tujuh putaran negosiasi? Wilayah pendudukan semakin luas, kehancuran meningkat, dan jumlah syuhada bertambah,” katanya.

Ia kemudian menegaskan bahwa Lebanon tidak akan melepaskan haknya untuk menuntut Israel atas “kejahatan genosida."

Pernyataan tersebut disampaikan menjelang putaran kedelapan perundingan langsung Lebanon-Israel yang diperkirakan berlangsung di Italia pada September. Putaran ketujuh pada 6 Agustus berakhir tanpa kesepakatan mengenai perluasan wilayah yang akan ditinggalkan pasukan Israel.

Lebanon dan Israel sebelumnya menandatangani kerangka kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat pada 26 Juni, yang mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Lebanon selatan dan pengerahan tentara Lebanon di wilayah tersebut.

Menurut otoritas Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 4.000 orang, melukai lebih dari 12.000 lainnya, dan menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi. Israel juga masih menguasai sejumlah wilayah di Lebanon selatan.

Baca juga:  Presiden Lebanon Joseph Aoun Desak Israel Implementasikan Kesepakatan AS

(Willy Haryono)