Polres Nagekeo Bantu Bersihkan Sekolah Terdampak Gempa

Aparat kepolisian bersama TNI membersihkan ruang kelas SDN Inpres Danga. Metrotvnews.com/Anggi

Polres Nagekeo Bantu Bersihkan Sekolah Terdampak Gempa

Anggi Tondi Martaon • 30 August 2026 13:37

Jakarta: Jajaran Polres Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), membantu membersihkan bangunan SDN Inpres Danga yang terdampak gempa magnituo 7,7 beberapa waktu lalu. Kegiatan ini dilakukan bersama sejumlah personel TNI.

"Kami memberikan bantuan tenaga untuk membersihkan puing-puing bangunan," kata Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi di Danga, Minggu, 30 Agustus 2026.

Tidak ada bangunan sekolah yang roboh. Namun, sejumlah dinding bangunan retak, sehingga tidak aman digunakan untuk proses belajar mengajar.

Para personel TNI dan Polri menyebar ke seluruh area sekolah. Bagian utama yang menjadi fokus pembenahan, yaitu ruangan kelas.

Para personel menyapu ruangan untuk mengeluarkan puing bangunan yang berjatuhan akibat dinding yang retak. Lalu, plafon yang menggantung di loteng kelas juga diturunkan. Setelah dibersihkan, petugas merapikan meja dan kursi.

Di sisi lain, ada petugas yang mulai menyapu halaman sekolah. Sebab, banyak daun kering bertebaran di halaman tersebut.

Rachmat menyampaikan Polri terus membantu masyarakat dalam proses pemulihan. Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. 

"Kami berdasarkan pesan dari Bapak Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo) dan Bapak Kapolda (Irjen Rudi Darmoko) akan memberikan bantuan yang dibutuhkan. Contohnya tenda belajar, alat-alat tulis, buku pelajaran," ujar Rachmat.


Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi. Metrotvnews.com/Anggi

Sementara itu, Kepala SDN Impres Danga, Modesta A B Chlehang, menyampaikan selama masa tanggap darurat pada 14-28 Agustus 2026, proses belajar mengajar dilakukan secara jemput bola. Para guru akan mengunjungi posko pengungsian para murid. 

"Kegiatan pembelajaran kami tetap berjalan tapi tidak bisa dilakukan di lingkungan sekolah. Tapi kami mrngunjungi ke posko-posko  atau titik kumpul," kata Modesta.

Dia berharap proses pembelajaran di sekolah dapat segera berjalan. Sehingga, kegiatan belajar mengajar bisa berjalan baik.

Modesta mengakui hal itu tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Mereka membutuhkan tenda karena ruang kelas tidak aman digunakan untuk kegiatan belajar.

Pihak sekolah sudah menyampaikan pengajuan pengadaan tenda kepada BNPB. Diharapkan, pengajuan tersebut bisa segera dipenuhi.

"Sehingga kami bisa belajar terpusat di sekolah," ujar Modesta.

(Achmad Zulfikar Fazli)