43 Hektare Pertanian di Kabupaten Tangerang Terancam Puso Dampak El Nino

Seorang petani menabur pupuk urea pada tanaman padi yang mengalami kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr

43 Hektare Pertanian di Kabupaten Tangerang Terancam Puso Dampak El Nino

Hendrik Simorangkir • 5 August 2026 14:15

Tangerang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, mencatat sebanyak 43 hektare lahan pertanian terancam mengalami gagal panen atau puso. Luasan lahan pertanian itu tersebar di 12 kecamatan akibat kemarau ekstrem yang disebabkan oleh fenomena El Nino.

"Potensi puso atau gagal panen itu sekitar 43 hektare, tersebar di 12 kecamatan dan 24 desa yang berada di Kabupaten Tangerang. Itu berdasarkan dari dinas pertanian," ujar Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, Rabu, 5 Agustus 2026.

Taufik menuturkan, saat ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang sudah menyiapkan bibit atau benih untuk mengganti kerugian warga yang mengalami gagal panen.

"Langkah-langkah yang dilakukan yakni menyiapkan 8,9 ton benih pengganti," kata Taufik.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana DPKP Kabupaten Tangerang, Sahri mengatakan, pihaknya belum menerima adanya laporan lahan pertanian yang mengalami gagal panen imbas kemarau ekstrem.

"Belum ada laporan terkait luas lahan yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Ancaman kegagalan panen tidak hanya dari kemarau, tetapi bisa juga dari hama dan penyakit," jelas Sahri.


Seluas 6.691 hektare lahan pertanian di Kalsel terdampak kekeringan (ANTARA/HO-Medcen Kalsel)

Sahri menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menghadapi ancaman kekeringan saat musim kemarau yang berkepanjangan pada lahan pertanian.

"Kami telah memetakan wilayah rawan kekeringan, memanfaatkan data BMKG untuk jadwal tanam, melakukan sosialisasi, menyiagakan brigade alsintan (pompa air), membersihkan saluran irigasi, serta menyiapkan bantuan benih jika terjadi gagal panen (puso)," ungkap Sahri.

(Lukman Diah Sari)