Tinjau Sekolah Rakyat Garapan Waskita, Purbaya: Jadi Modal Menuju Indonesia Emas

Menkeu Purbaya Purbaya Yudhi Sadewa saat melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Surabaya, Jawa Timur. Foto: dok Waskita Karya.

Tinjau Sekolah Rakyat Garapan Waskita, Purbaya: Jadi Modal Menuju Indonesia Emas

Husen Miftahudin • 3 August 2026 20:06

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Surabaya, Jawa Timur, yang dibangun PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan sesuai rencana sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya telah mulai digunakan. Ratusan siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Kamis, 30 Juli 2026. Kegiatan tersebut berlangsung hingga pekan ini dan akan dilanjutkan pada tahap kedua pada 10–14 Agustus 2026.

Dalam kunjungannya, Purbaya tidak hanya meninjau kondisi bangunan, tetapi juga berdialog dengan para siswa. Ia menegaskan Sekolah Rakyat dibangun untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia.

"Sekolah Rakyat adalah salah satu modal untuk mendukung Indonesia Emas," kata Purbaya saat meninjau SRT 2 Surabaya didampingi tim Waskita Karya, dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 3 Agustus 2026.

Ia berharap kesempatan belajar yang diperoleh para siswa dapat menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik sekaligus meningkatkan mobilitas sosial.

Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari juga mengunjungi SRT 2 Surabaya. Ia meninjau berbagai fasilitas, mulai dari ruang guru, asrama siswa, laboratorium, lapangan olahraga, masjid, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 6,6 hektare itu dinilai memiliki fasilitas yang setara dengan sekolah swasta berstandar tinggi.

"Fasilitasnya luar biasa. Kalau kita melihat, biasanya sekolah-sekolah swasta yang sangat bagus dan sangat mahal memiliki fasilitas seperti ini, tetapi justru di sini ditujukan untuk kalangan yang kurang beruntung," ujar Qodari.
 



(Menkeu Purbaya Purbaya Yudhi Sadewa saat melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Surabaya, Jawa Timur. Foto: dok Waskita Karya)
 

Waskita kerahkan 4.500 pekerja


Direktur Operasi II PT Waskita Karya Paulus Budi Kartiko mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Menurut dia, perusahaan mengerahkan hampir 4.500 tenaga kerja untuk menyelesaikan proyek Sekolah Rakyat di Jawa Timur, termasuk SRT 2 Surabaya yang memiliki kapasitas 370 siswa.

"Hampir 4.500 tenaga kerja kami kerahkan guna menyelesaikan proyek Sekolah Rakyat di Jawa Timur, termasuk SRT 2 Surabaya. Mereka bekerja siang dan malam secara bergantian demi mengejar bangunan agar bisa segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar pada Agustus," jelas Paulus.

Dalam proses pembangunan, Waskita menerapkan sejumlah metode percepatan konstruksi, seperti penggunaan metode half slab pada pelat lantai dua, distribusi material menggunakan hiab crane, pengecoran dengan concrete pump dan mobile crane, serta percepatan penyambungan daya listrik PLN melalui penyesuaian tata letak panel sesuai standar teknis.

Paulus mengatakan Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai kawasan pendidikan terpadu yang mendukung pembentukan generasi unggul.

"Sesuai arahan pemerintah, Sekolah Rakyat bukan hanya sebagai tempat belajar, tapi juga lingkungan pendidikan terpadu. Maka kami rancang agar sarana pendidikan di Jawa Timur ini dapat menjadi model kawasan terintegrasi yang mampu mencetak generasi unggul penerus masa depan negara," tuturnya.

Ia menambahkan pembangunan Sekolah Rakyat memperkuat rekam jejak Waskita Karya sebagai BUMN konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun membangun infrastruktur nasional. Ke depan, perusahaan berkomitmen terus mendukung program pemerintah melalui pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebagai informasi, proyek Sekolah Rakyat di Jawa Timur tersebar di Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang, Tuban, dan Kota Surabaya dengan total nilai kontrak mencapai Rp1,16 triliun.

(Husen Miftahudin)