Investasi Jakarta Tembus Rp173,6 Triliun: Cerminan Kepercayaan terhadap Kepemimpinan Pramono–Rano

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto:Dok.Pemprov DKI)

Investasi Jakarta Tembus Rp173,6 Triliun: Cerminan Kepercayaan terhadap Kepemimpinan Pramono–Rano

Rosa Anggreati • 17 September 2026 14:17

Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat realisasi investasi hingga Triwulan II 2026 sebesar Rp173,6 triliun, atau 17,2 persen dari total investasi nasional. Capaian ini menempatkan Jakarta sebagai salah satu destinasi investasi terkuat di Indonesia, sejalan dengan arah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno yang menempatkan kepastian usaha, rasa aman, dan kepercayaan publik sebagai fondasi menuju kota global.

Angka tersebut bukan lompatan semalam. Pada 2021, realisasi investasi Jakarta masih berada di kisaran Rp103 triliun. Tahun 2025, nilainya naik menjadi Rp270 triliun. Momentum itu berlanjut di 2026. Pada periode yang sama, ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen, inflasi terjaga di 2,5 persen, dan kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional mencapai 16,32 persen.
 


Staf Khusus Gubernur Chico Hakim menilai pertumbuhan ini tidak berdiri sendiri. “Investasi yang masuk ke Jakarta bukan sekadar modal. Ini cerminan kepercayaan. Dan kepercayaan itu tumbuh karena kepemimpinan yang memberi kepastian, merawat rasa aman, dan memastikan pertumbuhan kota ikut membuka peluang bagi warganya,” ujarnya.

Pemprov DKI terus merapikan iklim usaha, termasuk melalui percepatan perizinan seperti Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang kini ditargetkan selesai paling lama 15 hari kerja. Langkah itu diperkuat dengan digitalisasi layanan, kemitraan strategis, serta pembangunan infrastruktur yang tidak semata mengandalkan APBD.
 
“Jakarta sedang dibangun bukan hanya agar menarik bagi investor, tetapi agar pertumbuhan itu merata manfaatnya. Lapangan kerja, inovasi, dan ruang hidup yang lebih baik harus menjadi bagian dari cerita yang sama,” kata Chico.

Menjelang 5 Abad Jakarta, Pemprov DKI menargetkan Ibu Kota masuk 50 besar kota global dunia pada 2030. Capaian investasi kali ini menjadi salah satu indikator bahwa arah itu sedang dikerjakan, yaitu kota yang terbuka, berdaya saing, dan tetap berpihak pada warganya.

(Rosa Anggreati)