Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Nattasya Amani Vrazeti.
Pramono Sebut Giant Sea Wall Solusi Ubah Air Laut jadi Payau
Nattasya Amani Vrazeti • 17 September 2026 12:50
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons usulan DPRD DKI Jakarta soal pengolahan air laut menjadi air bersih atau desalinasi dalam mengatasi kekeringan yang terjadi di wilayah Ibu Kota. Hal itu dinilai dapat dilakukan dengan pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa.
“Untuk merubah air laut menjadi air tawar dan bisa digunakan, maka salah satu hal adalah Giant Sea Wall-nya segera dimulai,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Kamis, 17 September 2026.
“Dan untuk di Jakarta itu memang kalau itu bisa dilakukan, maka suplai untuk air payau atau air tawar untuk kebutuhan diolah menjadi air yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, dengan gampang Pemerintah DKI Jakarta melalui PAM Jaya, kami siap untuk melakukan itu,” kata Pramono.

Bantuan air bersih. Foto: Metrotvnews.com/M. Azri Arifin.
Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah antisipasi secara serius dalam menghadapi ancaman kemarau panjang dan potensi krisis air bersih di wilayah Ibu Kota. Salah satunya, dengan memperluas penerapan teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih atau desalinasi. Menurutnya, hal serupa sebenarnya telah lebih dulu diterapkan di wilayah Kepulauan Seribu.
“Mungkin juga langkah yang harus dilakukan adalah melakukan, di Kepulauan Seribu tuh sudah ada tuh desalinasi ya, mengubah air laut jadi air bersih, air tawar,” ujar Suhud saat peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan pada Rabu, 16 September 2026.
Suhud menilai hal tersebut efektif dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat.
“Saya kira itu juga harus sudah mulai dicoba dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan Jakarta ini kekurangan air bersih,” ujar Suhud.