KDKMP di Nganjuk Serap Hasil Panen Petani Bawang di Atas Harga Pasar

Salah satu petani bawang di Nganjuk, Jawa Timur. (Dokumentasi/ tangkapan layar akun Instagram @bung.joaomota)

KDKMP di Nganjuk Serap Hasil Panen Petani Bawang di Atas Harga Pasar

Silvana Febiari • 19 September 2026 13:25

Nganjuk: Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Nglundo, di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, membuat semringah para petani bawang. Sejak keberadaan koperasi ini, hasil panen bawang petani dibeli dengan harga di atas pasar.

Tak hanya itu, KDKMP Nglundo juga memberdayakan warga sekitar, terutama ibu-ibu, untuk mendapat penghasilan tambahan. Mereka menimbang dan mengemas bawang merah hasil panen petani sebelum dipasarkan oleh KDKMP Nglundo.

“KDKMP Nglundo, Kabupaten Nganjuk, membeli bawang merah hasil panen petani setempat dengan harga Rp 2.000 per kilogram lebih tinggi dari harga tengkulak,” demikian dikutip dari unggahan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao de Sousa Mota melalui akun Instagram @bung.joaomota, Sabtu, 19 September 2026. 


KDKMP Nglundo telah mengoptimalkan mobil pikap dan motor bak roda tiga milik KDKMP untuk mengangkut hasil pertanian. “Inilah yang disebut KDKMP sebagai patron (pelindung dan penggerak) petani, bahkan sejak awal masa tanam,” kata dia. 

KDKMP juga tetap menyediakan kebutuhan hidup petani dan warga desa, termasuk pupuk subsidi, gas 3 kilogram, hingga MinyaKita.


Sejumlah orang mengangkut hasil panen petani bawang di Ngajuk, Jawa Timur. (Dokumentasi/ tangkapan layar akun Instagram @bung.joaomota)


Jumini, warga Desa Nglundo, mengaku bersyukur dilibatkan dalam ekosistem KDKMP Nglundo ini. Sejak aktifnya koperasi desa ini, dia bisa mendapat tambahan penghasilan.

“Sambil kerja di sawah, sambil bantuin KDKMP biar lancar. Senang alhamdulillah, tambah pemasukan buat dapur,” ungkap Jumini.

Harga bawang merah di Kabupaten Nganjuk sering mengalami dinamika yang cukup tajam, terutama pada periode panen raya. Di tingkat tengkulak atau pasar bebas, harga bawang merah berada di kisaran Rp 14 ribu hingga Rp 18 ribu. Namun, KDKMP Nglundo membelinya lebih tinggi dari harga pasar.

(Silvana Febiari)