Farhan Gandeng Perguruan Tinggi Kaji Pengolahan Sampah Kota Bandung

Wali Kota Bandung, M Farhan. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

Farhan Gandeng Perguruan Tinggi Kaji Pengolahan Sampah Kota Bandung

Roni Kurniawan • 21 January 2026 15:49

Bandung: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berencana menggandeng perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan pengelolaan sampah di Kota Bandung. Langkah ini dilakukan guna memastikan kajian yang disusun bersifat objektif serta berbasis ilmiah.

"Saya akan mengundang perguruan tinggi-perguruan tinggi yang memiliki kemampuan untuk melakukan penelitian ulang. Kita ingin tahu dulu bagaimana sebenarnya kondisi tempat-tempat pengolahan sampah di Kota Bandung ini," kata Farhan di Pendopo Kota Bandung, Rabu, 21 Januari 2026.
 


Farhan akan melibatkan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan dan teknologi pengolahan sampah. Penelitian ini diharapkan dapat memotret kondisi riil fasilitas pengolahan sampah di Kota Bandung. 

Hasil kajian akademik tersebut nantinya dijadikan dasar ilmiah dalam merumuskan kebijakan lanjutan terkait penanganan sampah. Kebijakan yang diambil diharapkan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga berkelanjutan dan tepat sasaran.

Farhan juga menegaskan setiap kebijakan lingkungan hidup yang akan diambil Pemkot Bandung ke depan akan selalu dikonsultasikan dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebijakan daerah sejalan dengan regulasi nasional.

"Kita akan selalu berkonsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Kita tidak mau lagi dianggap melakukan pelanggaran-pelanggaran lingkungan hidup," ungkap Farhan.


Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan


Pemkot Bandung, kata Farhan, tidak ingin langkah pelarangan penggunaan insinerator justru membuat fasilitas pengolahan sampah yang sudah terbangun menjadi sia-sia. Oleh karena itu, seluruh lokasi pengolahan sampah yang ada akan diteliti ulang secara komprehensif.

"Kita tidak mau apa yang sudah kita bangun itu terbuang percuma. Maka semuanya akan diteliti ulang," ujar Farhan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)