Pramono Harap Pasar Tradisional di Jakarta Menerapkan QRIS

Ilustrasi pasar tradisional. Foto: Dok. Medcom.id.

Pramono Harap Pasar Tradisional di Jakarta Menerapkan QRIS

Aris Setya • 6 April 2026 12:44

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan percepatan modernisasi terhadap 153 pasar tradisional di bawah naungan Pemprov DKI Jakarta. Selain perbaikan infrastruktur fisik, Pramono menekankan pentingnya transformasi sistem pembayaran ke arah digital, seperti penggunaan QRIS, untuk menciptakan ekosistem belanja yang lebih aman dan modern.

“Saya berharap betul pasar-pasar di Jakarta yang berjumlah 153 ini sebisa mungkin kita lakukan revitalisasi dan kita modernisasi. Termasuk dalam pembayarannya,” ujar Pramono dalam sambutan groundbreaking Pasar Gardu Asem dan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Pusat, Senin, 6 April 2026.
 


Pramono menjelaskan bahwa penerapan pembayaran nontunai bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah preventif untuk menekan angka kriminalitas di area pasar. Menurutnya, transaksi digital secara signifikan dapat mengurangi risiko aksi pencopetan yang biasanya mengincar uang tunai milik pedagang maupun pembeli.

Mantan Sekretaris Kabinet itu menilai bahwa beralih ke sistem pembayaran digital akan memberikan rasa aman yang lebih tinggi bagi warga saat berbelanja di pasar tradisional.

“Orang misalnya dengan digitalisasi apakah nanti pakai QRIS atau pakai yang lainnya, itu akan secara signifikan juga mengurangi copet. Karena selama ini ya kalau mau copet kartu kan enggak bisa, yang dicopet ya pasti uang cash,” lanjut Pramono.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Sebagai bagian dari program revitalisasi ini, pembangunan Pasar Kramat Jaya dan Pasar Gardu Asem resmi dimulai dengan menggunakan dana Penyertaan Modal Daerah (PMD). Pasar Kramat Jaya dibangun dengan alokasi Rp10,2 miliar dari PMD 2016, sementara Pasar Gardu Asem menggunakan Rp10,6 miliar dari PMD 2017.

Pasar Kramat Jaya ditargetkan rampung pada Januari 2027 dengan masa pengerjaan sekitar delapan bulan. Sedangkan Pasar Gardu Asem diperkirakan selesai pada Maret 2027. Pemprov DKI berharap langkah ini menjadikan pasar tradisional sebagai tempat yang nyaman dan menjadi pilihan utama masyarakat Jakarta.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)