Pedagang keliling melintas di jalur sepeda. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.
Wacana Penghapusan Jalur Sepeda di Jakarta: Pesepeda Menolak, Pedagang Pasrah
Muhammad Adyatma Damardjati • 22 August 2026 16:54
Jakarta: Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengevaluasi jalur sepeda menuai beragam tanggapan. Wacana penghapusan fasilitas ini ditanggapi dengan penolakan hingga sikap pasrah oleh para pengguna jalan.
Bagi pesepeda rutin, jalur khusus ini dinilai vital demi keselamatan. Indri, salah satu warga, merasa keberadaan pembatas jalur memberikan ketenangan di tengah padatnya lalu lintas ibu kota.
"Cukup berguna, jadi cukup jelas dan tenang kalau sepedaan di Jakarta," ujar Indri di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026
"Harapan ya semoga jalanannya enggak dihapus sih, mungkin perlu perawatan aja," kata Rama.
Sebaliknya, tanggapan pasrah datang dari warga yang menggunakan sepeda untuk berniaga. Asep, seorang pedagang keliling bersepeda, mengaku menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada pemerintah.
"Oh enggak apa-apa, emang punya aku? Aku mah cuma mendukung aja bagaimana amannya, bagusnya, enaknya gitulah," ungkap Asep menanggapi santai.
Evaluasi dan Tantangan Pemeliharaan
Wacana evaluasi terhadap fasilitas warisan era Gubernur Anies Baswedan ini tidak muncul tanpa alasan. Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah mengkaji ulang keberadaan jalur sepeda akibat sejumlah kendala operasional di lapangan yang belum terselesaikan.
Terdapat tiga faktor utama yang memicu perlunya kajian ulang tersebut. Faktor pertama adalah keterbatasan alokasi anggaran pemeliharaan yang menyebabkan banyak pembatas jalur terpantau rusak, patah, dan terbengkalai.

Jalur sepeda di Jakarta. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.
Selain itu, antusiasme masyarakat untuk menggunakan sepeda sebagai alat mobilitas harian dinilai mengalami penurunan yang signifikan jika dibandingkan dengan era pandemi Covid-19. Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya tingkat pelanggaran di lapangan. Jalur yang seharusnya steril kerap diserobot oleh kendaraan bermotor, beralih fungsi menjadi area parkir liar, hingga diokupasi oleh pedagang kaki lima.
Hingga saat ini, wacana penghapusan jalur sepeda tersebut masih berada dalam tahap evaluasi dan belum ada keputusan final yang diterbitkan oleh Pemprov DKI Jakarta.