Masker N95 vs KN95, Mana yang Lebih Efektif untuk Lindungi Diri dari Abu Vulkanik?

Masker N95 dan KN95, dok: kolase

Masker N95 vs KN95, Mana yang Lebih Efektif untuk Lindungi Diri dari Abu Vulkanik?

Putri Purnama Sari • 8 September 2026 09:53

Jakarta: Aktivitas sejumlah gunung api di Indonesia kembali menjadi perhatian. Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik mulai mencari masker untuk melindungi saluran pernapasan.

Masker N95 dan KN95 menjadi dua jenis yang banyak dipilih karena dirancang untuk menyaring partikel di udara. Namun, apakah keduanya benar-benar efektif untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik? Berikut informasinya.

Bahaya Abu Vulkanik terhadap Pernapasan

Dilansir dari U.S. Geological Survey (USGS), abu vulkanik terdiri atas pecahan kaca vulkanik, mineral atau kristal, serta fragmen batuan. Partikelnya dapat berukuran sangat kecil sehingga mudah terhirup.

Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Partikel abu yang sangat halus juga dapat masuk lebih jauh ke dalam paru-paru.

Beberapa jenis abu vulkanik mengandung silika kristalin. Paparan silika kristalin dalam jumlah tertentu dapat meningkatkan risiko gangguan paru-paru, termasuk silikosis. Karena itu, mengurangi paparan abu vulkanik menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi kesehatan.

Tak hanya itu, mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, abu vulkanik juga dapat mengganggu kesehatan, terutama kemampuan seseorang untuk bernapas dengan baik.

Apakah N95 Efektif Melindungi dari Abu Vulkanik?


Ilustrasi Masker. (dok. Farmalkes kemenkes)

Dilansir dari CDC, respirator N95 yang telah mendapat persetujuan NIOSH sangat direkomendasikan untuk membantu melindungi paru-paru dari abu vulkanik. Penggunaannya terutama dianjurkan ketika seseorang berada di luar ruangan atau saat membersihkan abu vulkanik di dalam rumah.

N95 termasuk filtering facepiece respirator yang dirancang untuk menyaring partikel di udara. N95 memiliki efisiensi filtrasi minimal 95 persen terhadap partikel udara berdasarkan pengujian standar.

Efektivitas respirator setara N95 terhadap abu vulkanik juga telah diteliti secara khusus. Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Hygiene and Environmental Health menemukan bahwa respirator setara N95 memiliki median efisiensi filtrasi lebih dari 98 persen ketika diuji menggunakan abu dari Gunung Sakurajima di Jepang dan Soufrière Hills di Montserrat.

Penelitian lain dilakukan terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Sinabung. Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health tersebut menunjukkan bahwa respirator setara N95 menjadi jenis yang paling efektif dibandingkan masker lain yang diuji.

Apakah KN95 Efektif Melindungi dari Abu Vulkanik?

KN95 juga merupakan respirator yang dirancang untuk menyaring partikel dari udara. Karena abu vulkanik terdiri atas partikel halus, penggunaan KN95 dapat membantu mengurangi jumlah abu yang terhirup.

Namun, penelitian yang secara langsung menguji efektivitas KN95 terhadap abu vulkanik masih lebih terbatas dibandingkan penelitian terhadap N95 atau respirator lain yang memiliki standar perlindungan sebanding, seperti FFP2.

Karena itu, hasil penelitian terhadap N95 tidak dapat secara otomatis diterapkan pada seluruh produk KN95. Kualitas produk, standar yang dipenuhi, serta kecocokan respirator dengan wajah juga menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat perlindungan.

Mana yang Lebih Efektif, N95 atau KN95?

N95 dan KN95 sama-sama dirancang untuk menyaring partikel halus di udara, termasuk partikel abu vulkanik. Namun, keduanya menggunakan standar sertifikasi yang berbeda. Oleh karena itu, tingkat perlindungan tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan nama atau angka yang tercantum pada masker.

Untuk perlindungan terhadap abu vulkanik, N95 yang telah mendapat persetujuan NIOSH lebih direkomendasikan. CDC secara khusus menganjurkan penggunaan respirator N95 untuk membantu melindungi paru-paru dari paparan abu vulkanik.

USGS juga menyebut N95 sebagai salah satu perlindungan pernapasan yang efektif terhadap abu vulkanik. Respirator dengan standar perlindungan yang setara, seperti FFP2 dan P2, juga dapat digunakan untuk mengurangi paparan.

Sementara itu, KN95 tetap dapat membantu menyaring partikel apabila memenuhi standar yang sesuai dan digunakan dengan benar. Namun, masyarakat perlu memperhatikan kualitas produk dan memastikan respirator terpasang dengan baik.

Dilansir dari NIOSH, efektivitas respirator sangat bergantung pada kecocokannya dengan wajah. Respirator yang tidak membentuk segel rapat dapat mengurangi tingkat perlindungan yang diberikan.

Dengan demikian, jika harus memilih untuk perlindungan dari abu vulkanik, N95 yang disetujui NIOSH menjadi pilihan yang lebih direkomendasikan. Apa pun jenis respirator yang digunakan, pastikan ukurannya sesuai dan terpasang rapat agar perlindungan terhadap partikel abu vulkanik lebih optimal.

(Siti Nahdia Usman)

(Putri Purnama Sari)