Ilustrasi mudik. Dok. Metrotvnews.com
Puncak Arus Mudik di Jabar Diprediksi H-3 Idulfitri
Roni Kurniawan • 10 March 2026 16:03
Bandung: Puncak arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat (Jabar) diprediksi terjadi pada H-3 Idulfitri atau Rabu, 18 Maret 2026. Pada waktu tersebut, sekitar 8,9 juta warga diprediksi mulai melakukan perjalanan mudik.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat Dhani Gumelar mengatakan, sebagian besar pemudik diperkirakan memilih berangkat setelah sahur hingga menjelang siang, yakni pukul 04.00–10.00. Pada rentang waktu itu, jumlah pemudik diperkirakan mencapai 21,68 juta orang.
"Masyarakat diimbau bijak dalam memilih waktu keberangkatan agar tidak terjebak kemacetan,” kata Dhani di Bandung, Selasa, 10 Maret 2026.
Menurut Dhani, volume pemudik diperkirakan lebih rendah pada pukul 00.00–04.00 serta pukul 11.00–23.00 WIB. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada dua periode, yakni H+2 Idulfitri atau Selasa, 24 Maret 2026 dan H+6 Idulfitri atau Sabtu, 28 Maret 2026.
Diakui Dhani, jumlah warga yang kembali ke tempat domisili pada H+2 diperkirakan mencapai 4,12 juta orang dan pada H+6 sekitar 3,9 juta orang. Dhani menyebut waktu kepulangan pemudik diperkirakan terjadi setelah subuh hingga menjelang siang, yakni pukul 05.00–10.00 WIB.
"Total pemudik yang kembali ke tempat domisili pada periode waktu tersebut diprediksi mencapai 19,34 juta jiwa," sahut Dhani.
Selain itu, lanjut Dhani, Dishub Jabar memperkirakan sebanyak 14,18 juta pemudik akan melintasi jalur Tol Trans Jawa melalui ruas Japek–Cipali–Palikanci. Sedangkan jalur arteri Bandung–Cileunyi–Nagreg–Limbangan–Malangbong–Tasikmalaya–Ciamis–Banjar juga diprediksi ramai dilalui pemudik dengan total sekitar 2,9 juta orang.

Ilustrasi mudik. MI/Ramdani
Sementara itu, jalur Tol Cikampek–Cipularang–Padaleunyi diperkirakan dilalui sekitar 1,96 juta pemudik. "Sebagian besar pemudik diperkirakan menggunakan mobil pribadi dengan total sekitar 16,75 juta orang," jelas Dhani.
Secara keseluruhan, sebanyak 25,6 juta warga Jawa Barat diperkirakan melakukan perjalanan selama periode Idulfitri 2026. Kabupaten Garut menjadi daerah tujuan terbanyak dengan perkiraan kunjungan mencapai 2,94 juta orang.
"Dari total 25,6 juta warga yang melakukan perjalanan, sebagian besar atau sekitar 24,86 juta orang (96,73 persen) melakukan perjalanan mudik. Dan juga sekitar 0,5 juta orang (1,9 persen) melakukan perjalanan wisata, 0,29 juta orang (1,18 persen) melakukan silaturahmi tanpa pulang kampung, sekitar 0,01 juta orang (0,02 persen) bepergian untuk bekerja, serta sekitar 0,05 juta orang (0,18 persen) untuk keperluan lainnya," ungkap Dhani.