PBNU Tinjau Kesiapan 3 Ponpes di Cirebon untuk Muktamar Ke-35

Tim PBNU saat melakukan survei di Pondok Buntet Pesantren Cirebon

PBNU Tinjau Kesiapan 3 Ponpes di Cirebon untuk Muktamar Ke-35

Ahmad Rofahan • 4 July 2026 17:37

Cirebon: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui tim Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) melakukan survei di tiga pondok pesantren di Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan penentuan lokasi penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35.

Tiga pesantren yang dikunjungi yakni Pondok Buntet Pesantren, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, dan Pondok Pesantren Kempek. Survei dilakukan untuk menilai kesiapan masing-masing pesantren dalam mendukung pelaksanaan forum tertinggi organisasi tersebut.

Katib Syuriyah PBNU, KH Abu Yazid Al-Busthami, menjelaskan tim survei meninjau berbagai aspek penting. Tim melihat fasilitas persidangan, akses transportasi, akomodasi, hingga kelancaran mobilitas peserta dan tamu.

"Muktamar diperkirakan akan diikuti sekitar lima ribu hingga enam ribu peserta. Di luar itu, akan ada ribuan warga Nahdliyin yang juga hadir. Karena itu, kami melakukan survei untuk memastikan kesiapan lokasi, baik dari sisi transportasi, akomodasi, maupun akses pendukung lainnya," ujar Abu Yazid, Sabtu, 4 Juli 2026.

Ia menegaskan hasil kunjungan lapangan belum menjadi keputusan akhir. Seluruh temuan akan dilaporkan kepada panitia pusat untuk dibahas lebih lanjut.

 



"Kami tidak menentukan satu lokasi. Di Cirebon ada tiga pesantren yang disurvei. Tugas kami menyampaikan hasil survei apa adanya," ujar Abu Yazid.

Menurut Abu Yazid, Pondok Buntet Pesantren sementara ini cukup memenuhi persyaratan untuk menjadi tuan rumah Muktamar. Namun, keputusan final akan ditentukan berdasarkan rapat Tim SC dan OC.

Saat meninjau Pondok Buntet Pesantren, tim melihat sejumlah fasilitas yang dinilai mendukung penyelenggaraan Muktamar. Fasilitas tersebut meliputi gedung berkapasitas besar untuk sidang pleno serta lapangan yang selama ini telah digunakan untuk berbagai kegiatan berskala besar.

"Untuk pelaksanaan pleno sudah tersedia gedung yang cukup besar. Jika diperlukan kapasitas lebih, tersedia lapangan yang telah beberapa kali digunakan untuk kegiatan besar, bahkan pernah menjadi lokasi kunjungan Wakil Presiden," tambah Abu Yazid.

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani, menyatakan kesiapan penuh apabila Kabupaten Cirebon ditunjuk sebagai tuan rumah Muktamar ke-35.


Logo Nahdlatul Ulama (NU). Medcom.id


"Kami PCNU Kabupaten Cirebon siap apabila Muktamar dilaksanakan di Kabupaten Cirebon. Di sini ada tiga pesantren yang menjadi alternatif lokasi, yakni Buntet, Kempek, dan Babakan Ciwaringin. Insya Allah semuanya siap. Untuk NU, apa yang tidak siap," ujar Wawan.

Pengasuh Pondok Buntet Pesantren, KH Fahad Ahmad Sadat, menyebut hasil peninjauan tim PBNU memberikan penilaian positif terhadap kesiapan pesantren. Tim telah meninjau berbagai fasilitas, mulai dari masjid, ruang rapat, Graha Mbah Muqayyim, hingga sejumlah lokasi yang diproyeksikan menjadi tempat sidang pleno, pembukaan, dan akomodasi peserta.

"Alhamdulillah, hasil kunjungan tim survei PBNU memberikan penilaian positif terhadap kesiapan kami. Secara sarana dan prasarana serta dukungan pesantren, Insya Allah kami siap menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Muktamar," kata Fahad.

Survei di tiga pesantren tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi PBNU sebelum menetapkan lokasi penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35. Keputusan akhir mengenai tuan rumah akan ditentukan oleh panitia pusat berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek yang telah disurvei.

Tim survei terdiri atas Katib Syuriyah PBNU KH Abu Yazid Al-Busthami, Ketua PBNU KH Ahmad Fahrurrozi, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Amir Ma'ruf, Bendahara PBNU H Nuruzzaman, dan Staf Hj Qonitatul Ulya. Turut mendampingi Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad dan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani.

(Whisnu M)