Kemenkes Buka Lowongan IHSS Project, Ini Posisi, Syarat, dan Penempatannya

Gedung Kemenkes. Foto: Kemenkes

Kemenkes Buka Lowongan IHSS Project, Ini Posisi, Syarat, dan Penempatannya

Muhamad Marup • 18 May 2026 22:41

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes)  membuka pendaftaran lowongan kerja untuk proyek Indonesia Health Systems Strengthening (IHSS). Kesempatan ini ditujukan para profesional yang ingin terlibat dalam sistem kesehatan Indonesia

Pendaftaran ini dilakukan secara online melalui laman resmi Kemenkes di s.kemkes.go.id/RecruitmentIHSSBatchVII  hingga Selasa, 19 Mei 2026 pukul 23.59 WIB. Posisi yang ditawarkan dari lowongan kerja ini pun beragam, terdiri dari tiga posisi pekerjaan.

Apa itu Proyek IHSS?

Mengutip dari postingan resmi di akun Instagram @kemenkes_ri, program ini berfokus untuk menguatkan pelayanan kesehatan primer, sistem rujukan, laboratorium kesehatan, hingga tata kelola sektor kesehatan di Indonesia. IHSS pun juga bekerja sama dengan lembaga internasional yaitu World Bank, Asian Infrastructure Investment Bank, Asian Development Bank, dan Islamic Development Bank. 

Daftar Posisi yang Ditawarkan

Terdapat tiga posisi yang ditawarkan yaitu:
  1. Equity Consultant
  2. Monitoring & Evaluation Consultant
  3. Monitoring & Evaluation Officer

Syarat Pendaftaran Tiap Posisi

Adapun beberapa syarat yang wajib dipenuhi pelamar yaitu:

Equity Consultant
  1. Merupakan lulusan Magister (S2) di bidang Kesehatan Masyarakat, Ilmu Sosial, Studi Pembangunan, atau jurusan terkait. Memiliki sertifikasi profesional menjadi nilai tambah.
  2. Minimal 7 (tujuh) tahun pengalaman dalam peran yang berfokus pada inklusi sosial dan kesetaraan di sektor kesehatan atau pembangunan sosial.
  3. Memiliki keahlian yang terbukti dalam merancang dan menerapkan strategi kesetaraan dan inklusi.
  4. Berpengalaman bekerja dengan komunitas yang beragam dan termarjinalkan.
  5. Memiliki kemampuan analisis dan riset yang kuat.
  6. Memiliki kemampuan komunikasi dan interpersonal yang sangat baik.
  7. Mampu menggunakan software dan tools yang relevan untuk analisis data dan manajemen proyek.
  8. Memiliki kemampuan bahasa Inggris lisan dan tulisan yang baik.
Monitoring & Evaluation Consultant
  1. Merupakan lulusan Magister (S2) di bidang Kesehatan Masyarakat, Ilmu Sosial, Administrasi Bisnis, Statistik, Studi Pembangunan, atau jurusan terkait. Memiliki sertifikasi profesional menjadi nilai tambah.
  2. Minimal 7 (tujuh) tahun pengalaman dalam monitoring dan evaluasi, terutama di sektor kesehatan atau proyek pembangunan skala besar.
  3. Memiliki keahlian yang terbukti dalam merancang dan menerapkan kerangka kerja serta tools monitoring dan evaluasi (M&E) pada proyek/program sektor kesehatan dan sosial.
  4. Berpengalaman dalam proyek yang didanai donor serta memahami standar pelaporan keuangan donor menjadi nilai tambah.
  5. Memahami mekanisme pelaporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Indonesia.
  6. Memiliki kemampuan analisis yang kuat dan pengalaman dalam analisis data kuantitatif maupun kualitatif.
  7. Memiliki kemampuan komunikasi dan penulisan laporan yang sangat baik.
  8. Memahami isu inklusi sosial, kesetaraan, dan gender di sektor kesehatan menjadi nilai tambah.
  9. Mampu menggunakan software statistik dan tools analisis data.
  10. Memiliki kemampuan bahasa Inggris lisan dan tulisan yang baik.
Kemenkes Rutin Lakukan Surveilans Antisipasi Covid Cicada Masuk Indonesia

Gedung Kemenkes. Foto: Medcom.id.

Monitoring & Evaluation Officer
  1. Lulusan Sarjana di bidang Kesehatan Masyarakat, Administrasi Publik, Ilmu Sosial, Administrasi Bisnis, Statistik, Studi Pembangunan, atau jurusan terkait. Memiliki sertifikasi profesional menjadi nilai tambah.
  2. Minimal 2 (dua) tahun pengalaman dalam monitoring dan evaluasi atau perencanaan dan penganggaran, terutama di sektor kesehatan atau proyek pembangunan lainnya.
  3. Memiliki pengalaman yang terbukti dalam mendukung perancangan dan implementasi kerangka kerja M&E serta tools monitoring.
  4. Memiliki keahlian dalam perencanaan dan penganggaran sektor kesehatan, termasuk penggunaan sistem aplikasi perencanaan dan penganggaran pemerintah.
  5. Berpengalaman dalam proyek yang didanai donor serta memahami standar pelaporan keuangan donor menjadi nilai tambah.
  6. Memahami mekanisme perencanaan, penganggaran, dan pelaporan APBN di Indonesia.
  7. Memiliki kemampuan analisis yang kuat dengan pengalaman dalam analisis data kuantitatif dan kualitatif.
  8. Memiliki kemampuan komunikasi dan penulisan laporan yang sangat baik.
  9. Memahami mekanisme perencanaan, monitoring dan evaluasi, penganggaran, serta pelaporan APBN.
  10. Mampu menggunakan software statistik dan tools analisis data.
  11. Memiliki kemampuan bahasa Inggris lisan dan tulisan yang baik.
Perlu diketahui, seluruh posisi ini akan ditempatkan di pusat Kemenkes yaitu Jakarta.

(Eunike Michelle Gultom)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)