Ilustrasi harga minyak dunia naik. Foto: Freepik.
Harga Minyak Dunia Melonjak Jadi USD78/Barel Hari Ini
Husen Miftahudin • 9 July 2026 08:38
Houston: Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Rabu waktu setempat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Kenaikan harga juga dipicu ancaman Teheran untuk menutup Selat Hormuz apabila Washington kembali melancarkan serangan militer.
Meski sempat menguat lebih dari delapan persen, kenaikan harga minyak kemudian sedikit terkikis setelah Trump menyampaikan tidak yakin perang dengan Iran akan berlanjut. Namun, meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran membuat pelaku pasar tetap berhati-hati sehingga harga minyak bertahan di level tinggi.
Mengutip Investing.com, Kamis, 9 Juli 2026, kontrak berjangka minyak mentah Brent pengiriman September naik 5,9 persen menjadi USD78,55 per barel. Sebelumnya, Brent sempat menembus USD80 per barel untuk pertama kalinya sejak 22 Juni.
Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Agustus naik 5,1 persen menjadi USD74,05 per barel.
Trump kembali tingkatkan tekanan terhadap Iran
Sebelumnya, AS dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara yang menghentikan pertempuran, membuka kembali Selat Hormuz, serta mencabut sanksi terhadap penjualan minyak Iran. Kesepakatan tersebut sempat mendorong harga minyak kembali ke level sebelum konflik.
Situasi berubah setelah muncul laporan serangan terhadap tiga kapal tanker minyak di sekitar Selat Hormuz. Sebagai respons, militer AS melancarkan serangan terhadap lebih dari 80 target di Iran pada Selasa.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan menyasar sistem pertahanan udara, jaringan komando dan kendali, radar pantai, kemampuan rudal antikapal, serta lebih dari 60 kapal kecil milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di sekitar Selat Hormuz.
Menurut CENTCOM, operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan terhadap kapal komersial M/T Al Rekayyat, M/T Wedyan, dan M/T Cyprus Prosperity. Qatar dan Arab Saudi sebelumnya mengidentifikasi dua kapal pertama.
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Iran ancam tutup Selat Hormuz
Meski Iran tidak secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal-kapal tersebut, media pemerintah melaporkan negara itu merespons dengan menyerang 85 instalasi militer di Kuwait dan Bahrain serta menembak jatuh sebuah pesawat nirawak milik Amerika Serikat.
Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran. "Menurut saya, ini sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi," kata Trump.
Trump juga menegaskan kemungkinan serangan lanjutan terhadap Iran. "Kami menyerang mereka dengan sangat keras tadi malam, sangat, sangat keras. Dan kami mungkin akan menyerang mereka dengan keras lagi malam ini," ungkap Trump.
"Mereka tidak akan pernah membangun senjata nuklir berdasarkan kesepakatan kami. Tapi saya tidak tahu apakah kita akan mencapai kesepakatan. Kita mungkin akan melakukannya tanpa kesepakatan karena itu lebih mudah," tambah dia.
Selain itu, Trump menyebut AS mempertimbangkan untuk kembali memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran yang sebelumnya dicabut dalam kesepakatan damai sementara.
Di pihak lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menuduh As melanggar perjanjian damai. Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan Teheran akan menutup Selat Hormuz apabila kembali menjadi sasaran serangan AS serta tidak akan membuka jalur transit baru selain yang telah ditetapkan.
Sentimen pasar sedikit membaik setelah Trump, dalam konferensi pers terpisah di sela KTT NATO, menyatakan tidak memperkirakan perang dengan Iran akan kembali pecah. Pernyataan tersebut membuat harga minyak bergerak turun dari level tertingginya.