Seorang pedagang berjalan di lantai perdagangan Bursa Saham New York di New York, AS. Foto: Xinhua/Liu Yanan.
Wall Street Ditutup Menguat Dipicu Debut SK Hynix
Husen Miftahudin • 11 July 2026 08:31
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat waktu setempat. Penguatan ini menutup pekan perdagangan yang sarat sentimen setelah debut produsen semikonduktor asal Korea Selatan, SK Hynix, di Nasdaq.
Debut SK Hynix di Nasdaq tersebut membangkitkan optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI), sementara pelemahan moderat harga minyak mentah membantu meredakan kekhawatiran pasar di tengah sikap hawkish Federal Reserve.
Mengutip Xinhua, Sabtu, 11 Juli 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,29 persen menjadi 52.637,01. Indeks S&P 500 menguat 0,42 persen ke level 7.575,39, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 0,29 persen menjadi 26.281,61.
Sebanyak 10 dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500 ditutup menguat. Sektor material memimpin kenaikan dengan penguatan 1,12 persen, disusul sektor jasa komunikasi yang naik 0,92 persen. Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang berakhir di zona negatif setelah melemah 0,81 persen.
Debut SK Hynix dorong optimisme teknologi
Perhatian pelaku pasar tertuju pada debut SK Hynix di Nasdaq. Perusahaan yang merupakan pemasok utama memori bandwidth tinggi untuk Nvidia itu mulai diperdagangkan dengan kode saham SKHYV setelah menghimpun dana sebesar USD26,5 miliar melalui penjualan saham.
Saham SK Hynix dibuka pada harga USD170 per saham dan ditutup di level USD168,01. Posisi tersebut mencerminkan kenaikan 12,76 persen dibandingkan harga penawaran awal sebesar USD149 per saham.
Debut tersebut turut memperbaiki sentimen di sektor teknologi, sehingga sejumlah produsen memori mampu memangkas kerugian pada awal perdagangan.
SanDisk menguat 3,1 persen, sementara Western Digital naik 0,78 persen. Berbeda dengan keduanya, Micron Technology masih berada dalam tekanan dan ditutup melemah 1,24 persen.

(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
Fed tegaskan komitmen jaga stabilitas harga
Sementara itu, perkembangan ekonomi makro juga menjadi perhatian investor setelah Federal Reserve menyampaikan Laporan Kebijakan Moneter semesterannya kepada Kongres.
Dalam laporan tersebut, bank sentral AS menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga. The Fed menilai inflasi masih berada pada level yang tinggi, namun tekanan harga di sektor jasa diperkirakan hanya bersifat sementara.
Federal Reserve juga menyampaikan kenaikan harga saat ini terutama dipicu gangguan dari sisi penawaran. Faktor-faktor yang disebutkan meliputi gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah, tarif terhadap barang konsumsi, serta lonjakan permintaan global terhadap semikonduktor canggih yang dibutuhkan untuk pembangunan pusat data perusahaan.
Dari sisi emiten, saham Delta Air Lines turun 1,81 persen meski perusahaan melaporkan kinerja keuangan kuartal II yang melampaui ekspektasi Wall Street dan kembali memberikan panduan kinerja untuk sepanjang tahun fiskal.
CEO Delta Air Lines Ed Bastian mengatakan tarif penerbangan diperkirakan tetap tinggi meskipun harga bahan bakar jet mengalami penurunan.
"Sebagian besar maskapai penerbangan AS sudah kesulitan untuk mendapatkan kembali biaya modal mereka di tengah kondisi di mana harga tiket pesawat industri secara signifikan tertinggal dari inflasi, biaya telah meningkat, dan preferensi konsumen telah berubah," kata Ed Bastian.