Sukses Olah Sampah, TPS 3R Tanah Sereal Jakbar Kirim Cacahan RDF

Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat (Jakbar). Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Sukses Olah Sampah, TPS 3R Tanah Sereal Jakbar Kirim Cacahan RDF

Metro TV • 10 September 2026 16:42

Jakarta: Pengelolaan sampah di DKI Jakarta terus menunjukkan progres positif. Salah satunya ditunjukkan oleh Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat (Jakbar), yang secara konsisten mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF).

“Ini tadi pagi 33 dustbin (cacahan sampah) dikirim,” kata Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Tambora sekaligus Pengelola TPS 3R Tanah Sereal, Harun Agustin, saat ditemui Metrotvnews.com, Kamis, 10 September 2026.
 


Harun menjelaskan bahwa setiap harinya TPS 3R Tanah Sereal aktif menerima dan memproses rata-rata 5 ton sampah, yang mayoritas merupakan jenis anorganik. Melalui optimalisasi mesin pencacah, fasilitas ini berhasil memproduksi sekitar 3,3 ton cacahan sampah anorganik siap olah untuk dikirim ke TPST Bantargebang sebagai pasokan energi terbarukan.

Untuk terus meningkatkan keberhasilan dan kapasitas pengolahan di masa depan, Harun menilai perlunya dukungan kolaborasi dari pemerintah pusat. Dia meyakini akan semakin memperkuat fasilitas dan armada operasional yang ada di tingkat daerah.

“Kalau negara turun, ya otomatis apa pun untuk keperluan fasilitas negara itu kan difasilitasi. Ini kan berbagai masalah sampah kalau ujung-ujungnya misal dilarikan ke pemerintah daerah, kan itu terbatas anggarannya,” ujar Harun.


Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat (Jakbar). Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Di samping pembenahan sarana fisik, pihak Satpel LH Tambora terus melakukan edukasi bertahap kepada warga terkait pentingnya pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Sekaligus memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan para petugas di lapangan yang menjadi garda terdepan.

“Jadi kadang-kadang ketika kita konflik di masyarakat ibaratnya, dia merasa sudah bayar nih, enggak mau memilah (sampah) lagi,” kata Harun.

Melihat dedikasi para petugas yang berhadapan langsung dengan risiko pekerjaan setiap hari, Harun menegaskan pentingnya pemenuhan kesejahteraan agar motivasi dan kualitas pelayanan kebersihan lingkungan tetap terjaga optimal.

“Selain itu, kesejahteraan petugas sampah juga harus diperhatikan. Pekerjaan mereka berat dan berisiko tinggi melawan sampah setiap hari. Di sini, masih ada petugas yang tinggal di kolong jembatan atau anaknya tidak bisa sekolah,” tutur Harun.

(Fachri Audhia Hafiez)