Dolar AS Menguat Tipis

Dolar AS. Foto: MI/Usman Iskandar.

Dolar AS Menguat Tipis

Husen Miftahudin • 6 May 2026 08:22

New York: Dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Penurunan ini terjadi di tengah meredanya ketegangan konflik di Timur Tengah.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 6 Mei 2026, indeks dolar, yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,07 persen menjadi 98,441.
 
Pada penutupan perdagangan di New York, euro naik menjadi USD1,1700 dari USD1,1692 pada sesi sebelumnya. Sementara poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3551 dari USD1,3534 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar AS diperdagangkan pada 157,88 yen Jepang, lebih tinggi dari 157,24 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,7827 franc Swiss dari 0,7836 franc Swiss.
 
Mata uang Negeri Paman Sam itu juga naik menjadi 1,3618 dolar Kanada dari 1,3611 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 9,2598 krona Swedia dari 9,2861 krona Swedia.
 

Baca juga: Kenaikan Permintaan Dorong Penguatan Dolar AS, Yen Jadi Sorotan


(Dolar AS. Foto: Freepik)
 

Ketegangan konflik AS-Iran mereda

 
Latar belakang geopolitik memberikan sedikit kelegaan bagi pasar, meskipun gencatan senjata antara AS dan Iran tetap rapuh di tengah laporan serangan baru di Selat Hormuz.
 
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan menghentikan sementara operasi yang bertujuan untuk memulihkan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz, sehingga meningkatkan harapan terhadap terobosan diplomatik dengan Iran.
 
"Kami telah sepakat bersama, meskipun blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, Proyek Kebebasan (pergerakan kapal melalui Selat Hormuz) akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat. Hal ini untuk melihat apakah perjanjian tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani," tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.
 
Jeda konflik ini terjadi setelah meningkatnya ketegangan awal pekan ini, ketika inisiatif "Project Freedom" Trump untuk mengamankan lalu lintas maritim melalui selat tersebut memicu respons militer dari Iran. Teheran meningkatkan serangan terhadap kapal dan infrastruktur energi regional, meningkatkan kekhawatiran tentang gangguan pasokan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)