Data BPS Ungkap Peningkatan Jumlah Pekerja Informal di Jakarta

Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto. Foto: Antara

Data BPS Ungkap Peningkatan Jumlah Pekerja Informal di Jakarta

M Sholahadhin Azhar • 5 May 2026 17:55

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, menyampaikan persentase penduduk di Jakarta. Khususnya, yang bekerja pada kegiatan informal sebanyak 1,98 juta orang atau 38,13 persen pada Februari 2026. Jumlahnya meningkat 0,18 persen dibandingkan Februari 2025.

Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto menyebut peningkatan proporsi pekerja informal ini didorong bertambahnya jumlah pekerja. Yakni, dengan status berusaha sendiri.

"Yang memberikan perubahan jumlah pekerja yang paling banyak di antara status pekerjaan yang lainnya," kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 5 Mei 2026.

Dari 5,2 juta orang penduduk bekerja di Jakarta pada Februari 2026, sebanyak 23,48 persen berstatus berusaha sendiri. Atau, naik 20,75 ribu orang dibandingkan bulan yang sama pada 2025.
 


Berdasarkan status pekerjaan utama, berusaha sendiri dikategorikan menjadi kegiatan informal. Sementara itu, penduduk yang bekerja di kegiatan formal mencakup orang-orang dengan status berusaha dibantu buruh tetap/dibayar dan buruh/karyawan/pegawai.

Kadarmanto mengatakan proporsi pekerja formal di Jakarta yang tercatat pada Februari 2026. Yaitu, sebanyak 3,22 juta orang atau 61,87 persen, menurun 0,18 persen dibandingkan dengan Februari 2025 yang mencapai 62,05 persen. 

Sementara itu, penduduk yang bekerja berstatus sebagai buruh, karyawan, dan pegawai memberikan kontribusi terhadap penduduk DKI Jakarta yang bekerja. Yakni, sebesar 57,91 persen.

Kemudian, status buruh, karyawan, atau pegawai dengan status berusaha sendiri tercatat mengalami peningkatan jumlah kerja paling banyak selama Februari 2025-Februari 2026.

"Status buruh, karyawan, dan pegawai meningkat sekitar 16 ribu orang, sedangkan yang berusaha sendiri meningkat sekitar 20 ribu orang," ujar Kadarmanto.

Berdasarkan lapangan usaha, perdagangan besar dan eceran menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Jakarta, dengan kontribusi sebesar 22,4 persen, yang menunjukkan jumlah pekerjanya sebanyak 1,16 juta orang.


Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto. Foto: Antara

"Ini sejalan dengan yang ada kontribusi pada ekonomi Jakarta," ungkap Kadarmanto.

Lapangan usaha berikutnya yang menyerap tenaga kerja terbanyak di DKI Jakarta, yaitu akomodasi dan makan minum, yang memberikan kontribusi terhadap penduduk pekerja di Jakarta sebesar 13,28 persen. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)