Modernisasi Jalan Rasuna Said, JJ Rizal Ingatkan Pentingnya Menjaga Akar Sejarah Kuningan

Budayawan dan sejarawan, JJ Rizal (kedua dari kanan). Metrotvnews.com/Richard A.K

Modernisasi Jalan Rasuna Said, JJ Rizal Ingatkan Pentingnya Menjaga Akar Sejarah Kuningan

Richard Alkhalik • 10 May 2026 17:51

Jakarta: Transformasi Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, menjadi wajah baru Jakarta bertaraf global memunculkan diskursus terkait pentingnya menjaga identitas dan ruh sejarah kawasan tersebut. Kawasan Kuningan menyimpan jejak historis yang kental sebagai manifestasi visi besar pendiri bangsa.

Hal tersebut disampaikan budayawan dan sejarawan, JJ Rizal, dalam diskusi bertajuk Chit-Chat "Menuju 5 Abad”. Diskusi ini salah satu rangkaian acara deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta yang digelar di Jalan HR Rasuna Said, pada Minggu, 10 Mei 2026.

JJ Rizal menjelaskan pada awalnya, kawasan Kuningan diusulkan oleh Presiden Soekarno sebagai lokasi pembangunan Gelora Bung Karno (GBK). Namun, gagasan tersebut tidak terealisasi setelah arsitek kenamaan Fredrick Silaban menyarankan lokasi pembangunan GBK di kawasan Senayan.

Soekarno kemudian memproyeksikan Kuningan sebagai kawasan internasional yang merepresentasikan semangat Dasasila Konferensi Asia Afrika (KAA). Visi tersebut dilanjutkan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin yang menyuntikkan aspek kebudayaan dengan membangun Pusat Perfilman Usmar Ismail dan gelanggang remaja.

Rizal mengingatkan pembangunan kawasan ini tidak boleh melupakan akar sejarahnya. "Nah, jadi kalau harus bayangin Rasuna Said sekarang harus ke apa, ya menurut saya harus ingat karakternya sebagai kawasan internasional itu ya," kata Rizal dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu, 10 Mei 2026.


Budayawan dan sejarawan, JJ Rizal (kedua dari kanan). Metrotvnews.com/Richard A.K

Selain aspek historis, Rizal menyoroti tantangan pemanasan global. Kawasan elite ini didorong untuk tidak sekadar menjadi hutan beton, tetapi harus memprioritaskan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang baru mencapai 10 persen dari target ideal 30 persen.

"Jadi, dua karakter itu yang menurut saya sangat penting ya untuk membuat Kuningan itu tetap punya identitas," ujar dia.

(Richard A.K)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)