Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya merilis bukti baru berupa rekaman CCTV yang menunjukkan terduga eksekutor penyiraman cairan berbahaya terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Foto: Breaking News Metro TV.
Wajah Penyiram ke Andrie Yunus Diungkap, Polisi: Asli Tanpa Intervensi AI
Fachri Audhia Hafiez • 18 March 2026 14:41
Jakarta: Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menegaskan bahwa seluruh rekaman CCTV yang mengidentifikasi eksekutor penyiraman cairan berbahaya terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, adalah bukti otentik. Polisi menjamin data digital tersebut merupakan hasil tangkapan kamera pengawas asli dan bukan merupakan rekayasa teknologi Artificial Intelligence (AI).
“Ini sama sekali tidak dilakukan perubahan ataupun pengolahan, sehingga kami dapat pertanggungjawabkan bahwa ini bukan hasil artificial intelligence. Kami sampaikan bahwa ini adalah murni kami ambil dari CCTV yang tertangkap kamera pengawas di sepanjang jalur yang dilalui oleh para pelaku,” tegas Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip dari Breaking News Metro TV, Rabu, 18 Maret 2026.
Iman menjelaskan, melalui serangkaian analisis digital forensik terhadap video murni tersebut, pihaknya berhasil menangkap detail ciri-ciri fisik pelaku dengan sangat jelas. Dalam rekaman berdurasi awal, terpantau seorang terduga eksekutor yang belum mengenakan helm, mengenakan kemeja batik biru dengan kaus dalam berwarna merah.
“Ini termonitor pelaku belum menggunakan helm. Sudah menggunakan kemeja motif batik warna biru. Dan kalau kita hentikan, kemudian di zoom gambarnya, akan muncul atau tampak kaos yang warna merahnya tadi,” lanjut Iman.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya merilis bukti baru berupa rekaman CCTV yang menunjukkan terduga eksekutor penyiraman cairan berbahaya terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Foto: Breaking News Metro TV.
Keterhubungan antar-CCTV di sepanjang jalur pelarian juga memperkuat identifikasi petugas. Polisi memantau pergerakan para terduga pelaku sejak Kamis, 12 Maret 2026 pukul 17.18 WIB, termasuk saat mereka mencoba menghilangkan jejak dengan melepas pakaian luar yang diduga terkena percikan cairan berbahaya.
“Ini pascakejadian dengan pelaku yang sudah menggunakan kaos bagian dalamnya, karena kaos bagian luarnya diduga terkena cairan tersebut dan dilepas oleh si pelaku, beserta helmnya juga. Helmnya juga sudah ditemukan di sekitar tempat kejadian perkara dan saat ini sudah dilakukan ujian laboratoris,” ungkap Iman.