Pemerintah Kucurkan Belanja Bansos Rp78,3 Triliun, Subsidi Rp233 Triliun di Semester I-2026

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Pemerintah Kucurkan Belanja Bansos Rp78,3 Triliun, Subsidi Rp233 Triliun di Semester I-2026

Eko Nordiansyah • 23 July 2026 12:10

Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja bantuan sosial (bansos) mencapai Rp78.3 triliun hingga semester I-2026. Belanja bansos tumbuh 0,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu, atau telah mencapai 48,2 persen dari target APBN 2026.

"Peningkatan realisasi belanja bansos antara lain dipengaruhi oleh telah disalurkannya PKH triwulan II serta PIP semester I-2026," dikutip dari data APBN yang dirilis Kemenkeu, Kamis, 23 Juli 2026.

Berikut rincian realisasi belanja bansos

  • PKH Rp14,5 triliun untuk 9,7 juta KPM.
  • Kartu Sembako Rp19,7 triliun untuk 17,6 juta KPM.
  • PBI JKN Rp23,2 triliun untuk 96,7 juta peserta.
  • PIP Rp8,8 triliun untuk 12,6 juta siswa.
  • KIP Kuliah Rp8,2 triliun untuk 940,5 ribu mahasiswa
  • Pelaksanaan asistensi dan rehabilitasi sosial serta penanggulangan bencana Rp3,9 triliun.

(Realisasi belanja subsidi dan kompensasi. Foto: Dok Kemenkeu)

Belanja subsidi dan kompensasi

Kemenkeu menyebut, APBN berperan sebagai shock absorber di tengah volatilitas harga energi global. Realisasi belanja subsidi dan kompensasi sebesar Rp233 triliun sampai dengan semester I-2026 atau 52,1 persen dari alokasi APBN 2026.

Realisasi subsidi dan kompensasi dipengaruhi oleh fluktuasi ICP, nilai tukar, serta peningkatan volume BBM, LPG dan listrik bersubsidi. Volatilitas harga minyak akibat dinamika geopolitik global dapat meningkatkan realisasi subsidi energi.

Berikut rincian realisasi belanja subsidi

  • BBM: 7.989,5 ribu kilo liter (KL).
  • LPG 3 Kg: 3.563,0 juta kg.
  • Listrik bersubsidi: 43,1 juta pelanggan.
  • Pupuk: 4,5 juta ton.
  • KUR: 2,4 juta debitur.

(Eko Nordiansyah)